Advertorial

Erick Thohir: Berkat BUMN di Daerah, Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru Bisa Cepat Tersalurkan

Kompas.com - 06/12/2021, 13:22 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak cepat dalam membantu para korban bencana letusan Gunung Semeru di Jawa Timur yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021). 

Kurang dari empat jam setelah erupsi pertama, Kementerian BUMN mengirimkan bantuan kepada warga di tiga desa dari dua kecamatan yang terdampak erupsi Semeru.

Bantuan tersebut terdiri dari 12 unit mobil evakuasi, air mineral, masker, makanan siap saji, selimut, serta 245 pax survival kit.

Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, terdapat tiga desa di Kabupaten Lumajang yang paling terdampak erupsi Semeru.

Dua desa, yakni Sapiturang dan Curah Kobokan, berada di Kecamatan Pronojiwo. Sementara, satu desa lagi, yakni Sumberwuluh, berada di Kecamatan Candipuro.

Warga di tiga desa tersebut harus mengungsi karena tempat tinggal mereka terpapar semburan debu vulkanik dari gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Di sela kunjungan kerja di Jawa Barat, Minggu (4/12/2021), Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa keberadaan perwakilan BUMN di daerah membuat Kementerian BUMN memiliki sistem respons cepat jika terjadi bencana alam. 

Dengan demikian, bantuan bisa langsung dikoordinasikan untuk segera dikirim ke lokasi bencana. 

“Saat terjadi bencana erupsi Gunung Semeru, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur. Dalam waktu singkat, bantuan untuk para pengungsi langsung diadakan," ujar Erick dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (6/12/2021).

Erick pun berharap, bantuan yang dikoordinasikan BUMN dapat membantu para pengungsi dan meringankan pemerintah daerah setempat dalam menghadapi bencana.

“BUMN siap memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Timur. Semoga bencana ini segera berakhir dan para pengungsi bisa kembali ke rumahnya masing-masing," ujarnya.

Untuk diketahui, erupsi Gunung Semeru diawali dengan guguran awan panas yang meluncur di wilayah Kabupaten Lumajang pada pukul 13.30 WIB. 

Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), seismogram amplitudo mencatat angka maksimum 25 milimeter (mm) saat erupsi terjadi. 

Gunung Semeru sendiri selalu berada pada status Waspada Level II sejak 2021.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau