Advertorial

Fungsi KUA Direvitalisasi, Tugas Penghulu Tidak Sebatas Nikahkan Pengantin

Kompas.com - 07/12/2021, 16:59 WIB

KOMPAS.com – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) melakukan revitalisasi fungsi Kantor Urusan Agama (KUA). Salah satu fokus revitalisasi adalah perluasan peran penghulu.

Nantinya, penghulu tidak hanya bertugas dalam menikahkan calon pengantin. Guna menunjang hal itu, Ditjen Bimas Islam Kemenag akan meningkatkan kapasitas kompetensi penghulu.

“Melalui revitalisasi KUA, penghulu punya banyak pekerjaan dan tugas. Tidak hanya menikahkan pasangan pengantin saja, tetapi juga pada layanan-layanan lainnya di KUA,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (7/12/2021).

Kamaruddin mengatakan, saat ini jumlah penghulu dengan kompetensi mumpuni sudah banyak. Meski demikian, penghulu tetap perlu menambah kompetensi. Mereka tidak boleh berhenti belajar.

“Untuk menjadi penghulu yang berkompeten itu perlu waktu. Peningkatan kompetensi harus dilakukan secara terus-menerus,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan dua hal yang perlu dilakukan penghulu dalam meningkatkan kompetensi. Pertama, mempelajari literatur sehingga wawasan sebagai seorang penghulu semakin luas. Kedua, membaca dinamika keagamaan sosial serta membaca realitas di lapangan.

“Semua itu harus ada indikator-indikatornya. Harus ada tolok ukurnya dan itu juga menjadi ukuran kita, termasuk dalam meningkatkan karier penghulu nantinya,” kata pria yang juga menjadi Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu.

Meski demikian, Kamaruddin meminta direktorat terkait untuk memperhatikan kebutuhan penghulu. Pasalnya, penghulu tidak boleh dibiarkan meningkatkan kompetensi pelayanan tanpa pembekalan yang memadai.

“Itu seperti kita meminta mereka perang, tapi kita tidak menyiapkan senjatanya atau tidak menyiapkan alat-alatnya. Maka, harus disiapkan bersama-sama. Ini tugas Ditjen Bimas Islam. Kita berikan apa yang mereka butuhkan dan dukung karier mereka. Bahkan, kalau perlu, kita tingkatkan kesejahteraan mereka,” kata Dirjen.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau