Advertorial

Perdana, Pertamina Salurkan Produk Dex 10 PPM untuk Industri di Jawa Bagian Barat

Kompas.com - 08/12/2021, 14:55 WIB

KOMPAS.com – Selaku Subholding Commercial and Trading PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyaluran perdana bahan bakar minyak (BBM) Pertamina Dex Sulfur sebanyak 10 part per million (ppm) dengan standar Euro V di Indonesia.

Penyaluran dilakukan untuk konsumen industri di wilayah Jawa bagian barat yang bertempat di Refinery Unit Balongan.

Dalam kesempatan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melakukan sinergi dengan PT Kilang Pertamina Internasional sebagai produsen BBM Pertamina Dex Sulfur 10 ppm.

Pendistribusian dilakukan kepada beberapa end customer berupa agen tunggal pemegang merek (ATPM).

BBM Pertamina Dex Sulfur 10 ppm yang disalurkan perdana itu akan diserap oleh PT Sadikun Niagamas Raya selaku agen eksklusif. Kemudian, BBM didistribusikan kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia serta konsumen lain. 

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial and Trading Eko Kristiawan menjelaskan, upaya tersebut merupakan langkah konkret Pertamina dalam mengimplementasikan aturan terkait Euro IV.

Upaya tersebut sekaligus meneruskan keberlanjutan penyaluran Pertamina Dex Sulfur 50 ppm yang telah disalurkan melalui Integrated Terminal Jakarta untuk konsumen industri di wilayah Jawa bagian barat pada September 2021.

“Produk BBM Pertamina Dex Sulfur 10 ppm hadir berkat adanya permintaan BBM jenis gas oil dengan sulphur content maximum 10 ppm dari beberapa ATPM di wilayah Jawa Bagian Barat,” jelas Eko dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Adapun kebutuhan tersebut, lanjutnya, digunakan untuk initial filling dan engine test kendaraan yang akan diekspor keluar negeri. Kendaraan-kendaraan tersebut pun sudah menerapkan standardisasi emisi Euro V.

“Produk (BBM) tersebut dapat membuat mesin lebih tahan lama dan tangguh karena kandungan sulfur yang sangat rendah,” tutur Eko.

Secara bertahap, lanjutnya, bahan bakar tersebut diharapkan dapat segera dinikmati masyarakat karena produk Pertamina Dex 10 ppm lebih ramah lingkungan dan kompatibel dengan mesin kendaraan diesel terkini.

“Saat ini, produk Pertamina Dex 10 ppm baru diproduksi Kilang Balongan dan disalurkan melalui Integrated Terminal Jakarta-Plumpang. Secara bertahap, BBM tersebut akan tersedia di beberapa lokasi fuel terminal wilayah Jawa bagian barat lain,” jelas Eko.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai informasi produk dan layanan ritel Pertamina, masyarakat bisa menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau