Advertorial

Dukung Sektor UMKM, BRI Dorong Petani Jeruk Naik Kelas

Kompas.com - 08/12/2021, 15:18 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Sunarso meninjau klaster usaha petani jeruk Al Barokah di Desa Tugu Mukti, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (05/12/2021) Dok. BRIMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Sunarso meninjau klaster usaha petani jeruk Al Barokah di Desa Tugu Mukti, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (05/12/2021)

KOMPAS.com – Memasuki usia ke-126, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satu upaya yang dilakukan perseroan adalah membantu petani komoditas jeruk untuk naik kelas.

Pemberdayaan klaster jeruk binaan BRI sukses meningkatkan ekosistem agribisnis komoditas jeruk hingga membantu petani untuk melakukan pengelolaan pencatatan keuangan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir bersama Direktur Utama BRI Sunarso pun meninjau klaster usaha petani jeruk Al Barokah di Desa Tugu Mukti, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (05/12/2021).

Pada kesempatan tersebut, Sunarso memuji Al Barokah yang bisa meningkatkan hasil panennya secara konsisten. Didukung kondisi alam yang mendukung, klaster binaan BRI ini berhasil meningkatkan hasil panen hingga 2-3 ton per peran sejak 2016.

Untuk diketahui, salah satu dukungan BRI pada klaster tersebut adalah upaya modernisasi melalui pemberian mesin grading

“Untuk meningkatkan produk UMKM jeruk, perlu ada mesin grading dan sortasi. Kita bantu dengan datangkan mesin grading. Jangan khawatir itu (mesin grading) bukan impor tapi buatan Cimahi,” kata Sunarso dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Bantuan mesin grading yang dikucurkan BRI membuat mekanisme sortir menjadi lebih efisien. Tidak hanya itu, BRI juga melakukan intervensi dengan memberikan pelatihan usaha untuk mendorong daya saing pelaku usaha.

Pelatihan usaha yang dilakukan untuk menambah nilai tambah (value added) dalam komoditas yang dihasilkan petani. Penguatan kelembagaan petani juga diberikan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih profesional, baik dari teknis budi daya maupun pemasaran dan pengelolaan organisasi.

Selain itu, pelaku usaha diberikan pendampingan dalam hal pencatatan keuangan. Seperti diketahui, pencatatan keuangan merupakan hal yang esensial bagi pelaku usaha untuk mendapatkan akses modal. Dengan pencatatan keuangan yang profesional, pelaku usaha bisa mendapatkan kredit modal kerja.

Sebagai bank yang fokus pada UMKM, BRI turut serta memberikan akses pembiayaan pada sektor buah jeruk. Hingga Oktober 2021, penyaluran pembiayaan pada sektor pertanian jeruk telah menembus Rp 984 miliar atau tumbuh 10,3 persen year to date (ytd).

“Petugas BRI juga aktif mendampingi kegiatan usaha petani, termasuk dalam akses ke layanan digital BRI yang sudah semakin cepat, mudah, dan aman. Dengan pendampingan ini, petani dapat memonitor langsung aktivitas usahanya hanya dari gawai,” jelas Sunarso.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.