Advertorial

Bupati Kediri Minta Bantuan Masyarakat untuk Berantas Praktik Jual Beli Jabatan Perangkat Desa

Kompas.com - 09/12/2021, 14:34 WIB

KOMPAS.com – Bupati Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan berkomitmen untuk membersihkan proses pengisian perangkat desa dari tindak kecurangan.

Pria yang akrab disapa Mas Dhito tersebut mengatakan, dirinya tidak menginginkan ada praktik jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

“Hari ini, persoalan jual beli jabatan perangkat desa harus hilang dari Kabupaten Kediri. Siapa saja yang bermain dalam pengisian perangkat desa akan ditindak tegas,” ujar Mas Dhito dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (6/12/2021).

Ia pun menegaskan, pihaknya akan tetap menindak tegas praktik tersebut meski dilakukan oleh oknum pejabat.

“Saya tidak peduli siapa (oknum pejabat) yang mem-back up karena saya bekerja untuk masyarakat,” tuturnya.

Demi membersihkan praktik jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa, Mas Dhito telah menunjuk inspektorat dari internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Selain itu, pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat dengan memberikan informasi bila menemukan indikasi kecurangan pada pengisian perangkat di daerahnya.

“Warga Kediri tolong bantu saya, pantau seleksi pengisian perangkat desa. Kalau ada kecurangan tolong dilaporkan," jelas Mas Dhito.

Untuk diketahui, saat ini, proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri digelar secara serentak di 147 desa yang tersebar di 22 kecamatan dengan 305 jabatan perangkat.

Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 Tahun 2021 yang telah disahkan, pengisian perangkat desa telah dikembalikan menjadi kewenangan kepala desa.

Merespons hal tersebut, Camat Wates Arief Gunawan mengatakan, seleksi perangkat desa harus dilakukan secara hati-hati.

Menurutnya, perangkat yang terpilih nantinya harus bisa menindak tegas pelaku penyelewengan dan melaporkannya kepada bupati.

"Saya setuju sekali dengan ketegasan Mas Dhito. Tidak boleh ada jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa ini. Artinya, perangkat desa yang terpilih sesuai dengan hasil yang ada," ucapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau