Advertorial

Hati-hati Kecanduan, Ini Cara Aman Belanja Online agar Tak Kebablasan

Kompas.com - 12/12/2021, 11:03 WIB

KOMPAS.com - Perkembangan teknologi yang kian canggih kini semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai hal, termasuk dalam berbelanja.

Saat ini, berbelanja dapat dilakukan secara online. Bagi kebanyakan orang, berbelanja secara online dinilai menguntungkan karena dapat menghemat waktu dan tenaga. Belum lagi, tak sedikit platform e-commerce yang menawarkan diskon menarik.

Meski demikian, tren belanja online dapat menjerumuskan seseorang dalam budaya konsumerisme. Bila tak dikendalikan, seseorang bisa kecanduan belanja online.

Merespons fenomena tersebut, Product Manager Localin Dewi Rahmawati mengatakan, masyarakat kini semakin konsumtif. Terlebih, sejak kemunculan beragam platform e-commerce.

Hal itu dikatakan Dewi dalam webinar bertajuk "Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online?" yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Selasa (16/11/2021).

Untuk mengendalikan diri, lanjut Dewi, diperlukan literasi keuangan digital yang memadai, yakni mengetahui produk digital, bijak dalam berbelanja secara online, memahami risiko, serta mengontrol aktivitas belanja.

"Financial intelligence adalah kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan keuangan dasar untuk memiliki kehidupan finansial yang sehat. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi keuangan digital dan pengelolaan kredit," ujar Dewi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (9/12/2021).

Sementara itu, konsultan sumber daya manusia (SDM) Alfian memaparkan pentingnya menabung di tengah tren belanja online yang semakin meningkat.

Alfian menjelaskan, menabung merupakan kegiatan menyisihkan sebagian pendapatan untuk disimpan sebagai kebutuhan masa depan atau sebagai safety net bila ada kebutuhan mendesak.

"Manfaat menabung di antaranya adalah belajar hidup hemat, memiliki cadangan keuangan dalam keadaan mendesak, mencegah berutang, investasi jangka panjang, serta melatih hidup sederhana," terangnya.

Ia pun membagikan tips menabung yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Setelah menerima penghasilan, segera alokasikan dana untuk ditabung. Hal ini perlu dimasukkan dalam daftar prioritas," jelasnya.

Selain itu, imbuh Alfian, pisahkan rekening belanja dengan rekening tabungan. Kemudian, tentukan besaran uang yang akan ditabung dan dana yang dialokasikan untuk kebutuhan belanja.

"Gunakan aplikasi online sebaik mungkin sesuai prioritas kebutuhan saja. Jangan biarkan pengeluaran tidak terkendali dan utang menumpuk karena sering transaksi nontunai untuk keperluan konsumtif," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Intrans Uji Baskoro menambahkan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan.

Menurutnya, keinginan sifatnya tidak harus dibeli, tidak terlalu penting, butuh pertimbangan, dan bisa digantikan. Sementara, kebutuhan harus dibeli, tidak tergantikan, tanpa pertimbangan, penting, dan darurat.

"Usahakan tidak belanja saat sedang bosan. Minimalisasi kegiatan cek review produk dan seller, pilih situs e-commerce terbaik, dan belanja saat promo,” imbuhnya.

Terkait menabung, lanjutnya, cara paling ampuh adalah dengan menyusun rencana tabungan, menggunakan sistem autodebet, serta membatasi penggunaan kartu kredit.

Untuk diketahui, webinar "Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online?" merupakan salah satu rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan Kemenkominfo di Kabupaten Tangerang, Banten. Webinar ini terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar tentang dunia literasi digital.

Kemenkominfo mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dengan mengikuti webinar tersebut melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Gerakan Nasional Literasi Digital, Anda dapat mengikuti akun Instagram @siberkreasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau