Advertorial

Penuhi Kebutuhan KPR Masyarakat, BRI Jalin Kerja Sama dengan APERSI

Kompas.com - 13/12/2021, 08:40 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk bekerja sama dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dalam rangka mewujudkan hunian bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua pihak berlangsung di Gedung Kantor Pusat BRI, Jumat (3/12/2021).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah dan Direktur Pembiayaan Perumahan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Sri Purwanto.

Secara terpisah, rangkaian acara juga dihadiri oleh 26 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) APERSI dan 19 kantor wilayah BRI seluruh Indonesia.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan, hunian menjadi salah satu kebutuhan primer yang diminati masyarakat.

Hal itu terlihat dari data pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BRI yang tumbuh hingga 10,01 persen year-on-year (YoY) sepanjang kuartal III-2021.

Selain tingginya animo masyarakat, kerja sama tersebut juga menjadi salah satu upaya BRI untuk mendukung program hunian pemerintah.

Pada 2022, BRI berkomitmen untuk menyalurkan KPR subsidi hingga 60.000 unit. Sementara untuk penyaluran KPR nonsubsidi, calon nasabah dapat mengajukan KPR via aplikasi BRISPOT.

Melalui BRISPOT, calon nasabah tidak hanya bisa mengajukan KPR, tetapi juga melakukan memantau proses pengajuan KPR tersebut secara real-time.

Meski begitu, calon nasabah juga bisa tetap mengunjungi kantor cabang BRI apabila memerlukan informasi lebih lanjut.

“BRI juga telah melayani KPR melalui 461 kantor cabang BRI yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Handayani melalui keterangan resmi, Sabtu (11/12/2021).

Terkait dengan kerja sama antara BRI dengan APERSI, Executive Vice President BRI Handaru Sakti mengatakan bahwa pihaknya optimistis dapat mengurangi backlog perumahan di Indonesia. Pasalnya, baik BRI maupun APERSI memiliki cakupan wilayah yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia.

“Hal ini menjadikan kolaborasi antara BRI dengan APERSI semakin kuat dalam memenuhi hunian untuk masyarakat luas,” ungkap Handaru.

Di samping itu, kehadiran salah satu stakeholder BP Tapera juga dianggap menjadi pendukung dalam sektor perumahan di Indonesia. Terutama mengingat BP Tapera memiliki lebih dari 175 industri turunan, termasuk di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ke depan, kata Handaru, BRI akan terus memaksimalkan pembangunan perumahan melalui KPR BP TAPERA maupun KPR secara umum.

Ia meyakini, tujuan tersebut dapat terwujud melalui dukungan dari pemerintah, stakeholder, dan berbagai pihak lainnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau