Advertorial

Mau Kembangkan Diri di Era Digital? Berikut Kiat yang Dapat Diikuti

Kompas.com - 13/12/2021, 14:29 WIB

KOMPAS.com – Kehadiran teknologi digital memungkinkan industri berevolusi kembali. Kini, industri telah memasuki generasi keempat. Era ini kerap disebut sebagai industri 4.0.

Beberapa teknologi yang menyokong industri generasi keempat ini terdiri dari internet of things (IoT), big data analytics, 3D printing, multilevel interaction and customer profiling, augmented and virtual reality, artificial intelligence (AI), serta cloud computing.

Era baru tersebut sepatutnya disambut dengan terbuka. Pasalnya, hal ini dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan.

Praktisi pendidikan Anggraini Hermana menyebut bahwa segala fitur dan teknologi yang tercipta saat ini dapat meringankan pekerjaan. Bahkan, pekerjaan semakin mudah serta penyelesaiannya jadi lebih efektif dan efisien.

“Sayangnya, belum semua masyarakat bisa mengoptimalkan teknologi tersebut,” tutur Anggraini pada webinar “Hidup Produktif di Era Digital” yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Rabu (17/11/2021).

Sebagai solusi, saran Anggraini, mindset kolaborasi perlu ditanamkan, di samping literasi dan etika digital. Demi melengkapi hal itu, dia juga meminta masyarakat memperluas sudut pandang dalam menghadapi masalah serta fokus pada pengembangan usaha.

Tak kalah penting, masyarakat juga perlu menubuhkan character building serta melatih skill komunikasi.

“Sambutlah era digital dengan aktivitas yang produktif dan jadilah pribadi yang cerdas serta beretika,” tutur Anggraini dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Musisi Rusmina Dewi juga menuturkan hal serupa. Di bidang musik misalnya, teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk menciptakan karya serta mempromosikannya.

Di bidang lain pun juga sama. Dewi menyebut bahwa referensi untuk mengembangkan diri bisa didapat dari mana saja di dunia digital. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk aktif mencari dan menggali potensi diri.

“Bagaimana caranya kita bisa jadikan ruang digital sebagai area yang produktif dan juga bermanfaat untuk kita dengan filter konten-konten yang positif,” tuturnya di webinar sama.

Pada kesempatan sama, Dewi juga membagikan tips untuk produktif di era sekarang. Menurutnya, konten bisa dibuat dengan acara ATM, yakni amati, tiru, dan modifikasi.

“Lalu, tambahkan ide-ide kreatif dari kita agar konten itu berkarakter,” imbuhnya.

Jangan lupa, lanjut Dewi, terapkan etika digital. Lakukan tahapan tersebut secara konsisten agar hasil yang didapat maksimal.

“Kalau kebiasaan itu sudah dilakukan setiap hari 24 jam selama 7 hari dan itu terus-menerus, maka itu akan menjadi melekat,” imbuhnya lagi.

Untuk diketahui, webinar “Hidup Produktif di Era Digital” diadakan Kemenkominfo bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital.

Informasi kegiatan tersebut bisa dilihat melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten dan @siberkreasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau