Advertorial

BRI Bantu Pengadaan Pengelolaan Sampah Terpadu dan Edukasi Lingkungan Bersih

Kompas.com - 13/12/2021, 15:48 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akan menginjak usia 126 tahun pada Kamis (16/12/2021). Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya, BRI ingin terus melakukan terobosan dalam memberi kontribusi dan manfaat bagi masyarakat.

Salah kontribusi yang diberikan BRI kepada masyarakat adalah program corporate social responsibility (CSR) “BRI Peduli Pengolahan Sampah Terpadu”. Melalui program ini, BRI memberikan bantuan berupa tempat pengelolaan sampah terpadu (bank sampah) di dua lokasi di Provinsi DKI Jakarta.

Untuk lokasi pertama, BRI memberikan bantuan kepada warga RW 01, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Sementara, lokasi kedua diberikan kepada warga RW 011, Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.

Di kedua lokasi tersebut, BRI memberikan bantuan pengolahan sampah terpadu berupa mesin pencacah sampah organik dan anorganik, rumah pengolahan sampah, motor pengangkut sampah, urban farming, serta sarana dan prasarana pendukung tempat pengolahan sampah.

Dengan fasilitas yang diberikan, BRI berharap warga setempat dapat memilah sampah. Sampah organik yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan dan dicacah menjadi pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, dan diolah menjadi biogas.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, BRI mendorong dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan bersih tanpa adanya sampah yang berserakan. Dengan begitu, lingkungan tetap sehat dan terjaga keasriannya.

“Semoga bantuan-bantuan itu bisa dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh warga, serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya mengolah sampah” ujar Aestika dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Dampak positif

Warga RW 001, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur pun merasakan dampak positif dari keberadaan tempat pengelolaan sampah terpadu.

Ketua RT 006 di RW 01 Sri Astuti mengatakan, kondisi lingkungan setempat yang dulu sering diejek sebagai RW terkumuh, kini berubah menjadi bersih dan mampu menjadi RW percontohan.

“Dengan bantuan BRI, kami tidak perlu menumpang (untuk membuang sampah) ke RT lain. Dulu, kami dapat bantuan dari swadaya masyarakat. Bahkan, Pak RW mengeluarkan biaya pribadinya karena beberapa bagian peru dirapikan,” cerita Tuti.

Perempuan berusia 48 tahun itu mengakui bahwa kondisi lingkungan di RW 01 masih terbilang kotor sebelum adanya pengelolaan sampah terpadu.

Dahulu, kisahnya, banyak sampah yang berserakan di lingkungan permukiman penduduk. Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan lahan pekarangan untuk tempat pembuangan sampah. Banyak juga selokan yang mampat akibat adanya sampah.

“Mirisnya, saat itu, semua RW di Pulogadung sudah memiliki bank sampah kecuali di RW 01, RW kami” imbuh Tuti.

Tuti pun berinisiatif mengajukan proposal ke BRI karena mendapat saran dari sesama warga di lingkungan.

“Kami diajari oleh seseorang dari lembaga lingkungan hidup untuk mengajukan proposal dan meminta bantuan ke BRI. Setelah mengajukan, bantuan cepat cair, enggak lama,” katanya.

Proposal yang disampaikan pun berisi tentang berbagai pokok inti yang menjadi kebutuhan untuk menjaga lingkungan bersih.

Beberapa di antaranya adalah pengadaan tempat sampah organik dan anorganik untuk mempermudah dalam pengolahan sampah, pengangkutan sampah anorganik yang sudah tidak berguna lagi ke tempat pembuangan sementara (TPS) terdekat, serta kebutuhan penanaman beberapa pohon agar lingkungan terlihat lebih indah dan asri.

Tuti juga berkeinginan membuat poster kesehatan untuk memotivasi masyarakat agar lebih sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memotivasi warga untuk melakukan pemilahan sampah rumah tangga.

Sebagai informasi, pembangunan bank sampah dimulai pada Oktober 2021. Dengan bantuan BRI, bank sampah milik RW 01 kini menjadi lebih baik dan tertata. Kini, kawasan tersebut juga dilengkapi toilet dan fasilitas listrik.

“Dahulu enggak ada toiletnya, sekarang (selain toilet, bahkan sudah) ada listrik dan air. Sebelumnya, kami susah mengambil air, biasanya ambil air dari (rumah) orang,” ujarnya.

Kini, Tuti dan para warga sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan CSR dari BRI. Dengan demikian, lingkungannya tidak dicap kumuh lagi. Dia berharap, BRI ke depannya tidak berhenti memberikan bantuan kepada RW 01 karena bantuan yang diberikan sangat bermanfaat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau