Advertorial

Menilik Upaya Pemkot Tangerang Atasi Dampak Ekonomi dan Pengangguran Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 13/12/2021, 18:37 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama hampir dua tahun berdampak ke banyak sektor kehidupan. Salah satunya, sektor ekonomi. Banyak perusahaan yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) demi menjaga stabilitas usaha di tengah pandemi.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggencarkan program pembinaan kemasyarakatan di balai latihan kerja (BLK) setempat sejak akhir 2020.

Adapun pelatihan yang diberikan berupa servis motor, budi daya maggot dan lele, tutorial menjadi Youtuber, serta berjualan online. Kegiatan ini sudah terlaksana di 104 kelurahan di seluruh Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pelatihan tersebut ditujukan untuk semua lapisan masyarakat, termasuk korban PHK, baik yang membutuhkan sertifikasi maupun yang ingin meningkatkan kemampuan agar bisa bangkit.

Dalam pemulihan ekonomi, Arief melanjutkan, Pemkot Tangerang juga telah menyiapkan berbagai program pembiayaan. Salah satunya, program Tangerang Emas dengan total anggaran mencapai Rp 500 juta.

Melalui program tersebut, Pemkot menyediakan fasilitas pinjaman tanpa agunan sebesar Rp 2-5 juta per orang dalam sebuah kelompok pelaku usaha.

Selain itu, ada pula program Tangerang Bisa, yakni fasilitas pembiayaan bagi pebisnis pemula. Dana yang dialokasikan Pemkot Tangerang untuk program ini mencapai Rp 15,2 miliar untuk 20.000 debitur.

“Setiap wirausaha baru di bawah satu tahun dapat mengajukan stimulus finansial sebesar Rp 760.000,” terang Arief dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Wali Kota Tangerang Arief R WismansyahDok. Pemkot Tangerang Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah

Arief menjelaskan, nominal bantuan stimulus yang diberikan Pemkot Tangerang pada tahun ini lebih besar dibandingkan pada 2020 yang hanya Rp 500.000 per penerima.

“Kami berharap, stimulus tersebut dapat meningkatkan semangat masyarakat Kota Tangerang untuk mulai menata tatanan ekonomi rumah tangga secara perlahan,” katanya.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang Rakhmansyah, Pemkot Tangerang telah berhasil menangani angka pengangguran melalui penyelenggaraan bursa kerja virtual yang digelar setiap bulan sejak akhir 2020.

Selama penyelenggaraannya, lanjut Rakhmansyah, kegiatan itu berhasil menyerap 5.126 pencari kerja dari total 24.977 lowongan yang tersedia.

“Saat ini, Pemkot Tangerang terus memaksimalkan layanan pencari kerja. Job fair di tingkat kelurahan pun digencarkan. Total, kegiatan ini telah digelar di 104 kelurahan secara bertahap. Ribuan lamaran dibuka oleh beragam perusahaan yang berasal dari masing-masing wilayah penyelenggara,” papar Rakhmansyah.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau