Advertorial

Hari Pertama Vaksinasi Kategori Umur 6-11 Tahun, Pemkot Tangerang Targetkan 1.430 Anak

Kompas.com - 14/12/2021, 18:22 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar vaksinasi Covid-19 hari pertama untuk kategori umur 6-11 tahun, Selasa (14/12/21). Vaksinasi dilaksanakan di lima sekolah dengan target sasaran 1.430 anak.

Untuk diketahui, Pemkot Tangerang menargetkan 186.349 anak mengikuti pelaksanaan vaksinasi kategori usia 6-11 tahun di wilayahnya. 

Adapun pelaksanaan vaksin terkini sudah mencapai 1.392.127 jiwa atau 94,1 persen pada dosis pertama dan 1.055.970 jiwa atau 71,4 persen pada dosis kedua.

Untuk kategori lansia, pelaksanaan vaksinasi sudah mencapai 87.323 jiwa atau 83,3 persen pada dosis pertama.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi kategori usia 6-11 tahun akan berlanjut ke berbagai sekolah lain setelah target sasaran 1.430 anak tercapai.

Ia mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Tangerang untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Peserta vaksinasi kategori umur 6-11 tahun. DOK. Pemkot Tangerang Peserta vaksinasi kategori umur 6-11 tahun.

“Terlebih, (berdasarkan) kebijakan terbaru, interval waktu vaksinasi yang diperbolehkan hanya 14 hari. Dengan demikian, pelaksanaan vaksinasi akan lebih cepat," ujar dr Dini dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (14/12/2021).

Dokter Dini menambahkan bahwa kasus Covid-19 untuk kategori anak di Kota Tangerang tergolong kecil.

Sepanjang pandemi Covid-19, tercatat 2.049 kasus anak kurang dari 18 tahun terpapar Covid-19 di Kota Tangerang. Dari jumlah tersebut, 1.038 anak di antaranya masuk ke dalam kategori umur 6-11 tahun.

"Kasus Covid-19 untuk kategori umur 6-11 tahun di Kota Tangerang sebesar 3,4 persen. Meski tergolong kecil, bukan berarti Covid-19 tidak mematikan untuk anak-anak. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada orangtua untuk mengajak anak-anaknya melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) dr Arifin Kurniawan Kashmir turut memantau langsung pelaksanaan vaksinasi. Dokter Arifin meyakinkan bahwa vaksin jenis Sinovac aman digunakan anak-anak.

Ia pun meyakinkan agar orangtua tak perlu takut atau ragu untuk mengajak anaknya melakukan vaksinasi.

Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk kategori umur 6-11 tahun.DOK. Pemkot Tangerang Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk kategori umur 6-11 tahun.

Dokter Arifin menambahkan, beberapa negara lain sudah lebih dulu menyuntikkan vaksin Sinovac pada anak-anak.

Sampai saat ini, lanjutnya, pelaksanaan vaksinasi untuk anak-anak aman dilakukan dan belum terdapat kasus berbahaya.

“Vaksin tersebut sudah lulus uji penelitian panjang sehingga aman untuk anak-anak,” tutur dr Arifin.

Salah seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang, Abdi, mengaku bahwa dirinya tidak takut divaksin Covid-19.

“Pelaksanaan vaksinasi tidak sakit. Ayo teman-teman yang belum vaksin, vaksin ya, tidak sakit kok," ujar Abdi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau