Advertorial

Solid di 24,54 Persen setelah Right Issue, CAR BRI Tunjukkan Kemampuan Tumbuh Berkelanjutan

Kompas.com - 15/12/2021, 08:01 WIB

KOMPAS.com – Di tengah berbagai tantangan akibat pandemi Covid-19, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau BRI mencatatkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang solid pasca aksi right issue pada September 2021.

Seperti diketahui, kondisi permodalan perseroan yang kuat tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan BRI dalam mengantisipasi risiko kerugian dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada kuartal III (Q3) 2021, CAR BRI secara konsolidasi mencapai 24,54 persen. Angka ini lebih tinggi dari periode yang sama pada 2020, yakni sebesar 20,92 persen.

Pencapaian tersebut pun diamini oleh Direktur Keuangan BRI Viviana. Ia mengatakan, pasca right issue dan didukung oleh pencapaian laba di Q3 2021, permodalan BRI justru semakin menguat.

“Nilai rights issue BRI mencapai Rp 96 triliun yang terdiri dari Rp 54,7 triliun dalam bentuk partisipasi nontunai pemerintah dan Rp 41,2 triliun dalam bentuk cash proceed dari pemegang saham publik,” kata Vivi, panggilan akrabnya, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Ia melanjutkan, sebagian besar dana right issue tersebut akan digunakan untuk memperkuat bisnis dan ekosistem usaha ultramikro. Sementara, sisa dana akan digunakan untuk mendorong bisnis mikro dan kecil perseroan.

“Selain aksi korporasi, menguatnya CAR BRI juga disebabkan oleh pencapaian laba BRI yang menembus Rp 19,07 triliun atau tumbuh sekitar 34,74 persen year-on-year (yoy) pada Q3 2021,” tambah Vivi.

Dengan permodalan yang kuat tersebut, lanjut Vivi, kemampuan BRI untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan juga akan semakin baik.

Terlebih, diperkirakan kondisi perekonomian akan segera membaik pada 2022. Dengan begitu, pertumbuhan bisnis diharapkan juga mulai pulih.

“Dengan kondisi tersebut, kami berharap permodalan yang dimiliki dapat segera digunakan dengan efektif untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, terutama di segmen mikro dan ultramikro yang menjadi fokus BRI,” papar Vivi.

Meskipun memiliki permodalan yang kuat, perusahaan pelat merah tersebut tetap mengutamakan kualitas pertumbuhan.

Hal itu dilakukan mengingat saat ini masih merupakan masa transisi dan belum sepenuhnya normal sehingga loan demand juga masih belum pulih sepenuhnya.

“Pengelolaan permodalan yang baik melibatkan tiga hal penting, yaitu pertumbuhan sehat yang dapat diperoleh ke depan dan cushion yang memadai untuk mitigasi risiko yang akan datang. Terakhir, bila kedua hal itu telah terpenuhi dan masih memiliki kelebihan, perlu dipertimbangkan untuk dikembalikan ke pemegang saham,” papar Vivi.

Strategi BRI yang tepat sasaran

Pada kesempatan yang sama, analis PT Verdhana Sekuritas Indonesia Nicholas Santoso dan Raymond Kosasih mengapresiasi keberhasilan BRI dalam menerapkan sejumlah strategi yang dilakukan untuk mendukung kinerjanya.

Dalam riset yang dilakukan PT Verdhana Sekuritas Indonesia, BRI dinilai mampu mengelola dengan mengutamakan keberlanjutan perseroan di masa pandemi.

Rasio CAR yang kian meningkat juga menjadi katalis positif dalam menopang kinerja BRI jangka panjang. Di samping itu, keberhasilan ini juga semakin diperkuat dengan masuknya PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PMN) dalam pembentukan holding ultramikro.

Menurut keduanya, kinerja positif BRI bisa dikaitkan dengan keberhasilan rights issue dan bergabungnya Pegadaian dan PNM yang sepenuhnya dimiliki perseroan.

“Kami pun terus melihat sikap kehati-hatian dari BRI yang tepat dalam memperkuat rasio kecukupan modal di masa pandemi. Hal ini akan berdampak positif pada bisnis ke depan,” tulis keduanya dalam hasil riset tersebut.

Senada dengan riset itu, analis senior Control Self-Assessment (CSA) Research Institute Reza Priyambada juga meyakini kinerja BRI akan semakin meningkat seiring dengan kestabilan kinerjanya.

Menurutnya, BRI telah memperlihatkan kinerja positif di berbagai lini bisnis. Hal ini didukung oleh keandalan manajemen dalam menerapkan strategi yang tepat.

“Angka CAR yang selalu bertumbuh akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap langkah bisnis yang diambil BRI. Artinya, kinerja BRI bisa dikatakan baik dan mampu bertahan di tengah pandemi. Pencapaian ini sangat kuat dan rasanya masih akan berlanjut,” tutur Reza.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau