Advertorial

Dukung Ekosistem Ultra Mikro, BRI Sediakan Funding Facility untuk PNM

Kompas.com - 20/12/2021, 09:31 WIB

KOMPAS.com – Setelah resmi menjadi induk holding ultra mikro, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat sinergi bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM.

Salah satu bentuk sinergi yang dilakukan adalah penyediaan funding facility kepada PNM. Sinergi ditandai dengan penandatanganan komitmen funding facility antara BRI dengan PNM pada Kamis (16/12/2021) di Jakarta.

Seremoni penandatanganan tersebut dihadiri oleh Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, dan Direktur Keuangan dan Operasional PNM Tjatur H Priyono

Pembentukan ekosistem ultra mikro akan memperkuat perjalanan BRI dalam mencapai visi sebagai The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia dan Champion of Financial Inclusion. Pencapaian visi tersebut diharapkan akan meningkatkan nilai seluruh stakeholders secara berkelanjutan.

Ketiga entitas di dalam holding ultra mikro, yakni BRI, PT PNM, dan PT Pegadaian, tengah memperkuat sumber pendanaan untuk penyaluran kredit dengan tingkat risiko yang lebih terkendali kepada pengusaha mikro.

Ketiganya terus berupaya untuk mendapatkan sumber pendanaan yang kompetitif yang dapat menurunkan Cost of Fund (CoF) perusahaan.

Ditemui secara terpisah, Direktur Keuangan BRI Viviana Kumalasari mengatakan bahwa BRI terus berupaya untuk mewujudkan penurunan CoF.

“BRI terus berupaya untuk dapat memperoleh sumber dana murah, seperti giro dan tabungan. Hal ini penting sebagai upaya menurunkan CoF BRI,” ujarnya.

Ia mengatakan, apabila CoF dapat terus ditekan, BRI dapat memberikan funding facility kepada PNM dengan rate yang kompetitif. Selain itu, BRI juga mempertimbangkan kebutuhan PNM.

Kebutuhan yang dimaksud, terutama terkait rencana perubahan komposisi struktur funding, ekspansi bisnis PNM, serta kebutuhan likuiditas.

Pernyataan tersebut didukung oleh Agus Noorsanto. Ia membenarkan bahwa funding facility sebesar Rp 4 triliun akan digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat ultra mikro sebanyak-banyaknya, tetapi dengan biaya sekecil mungkin.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan bahwa funding facility sebagai upaya penekanan CoF ini akan berdampak positif terhadap efisiensi struktur biaya dana PNM.

Bunga pembiayaan untuk nasabah ultra mikro, kata Arief, secara bertahap akan menjadi lebih rendah sehingga manfaat layanan juga akan meningkat dan semakin dirasakan nasabah.

“Sebagai salah satu formulasi penurunan CoF, nasabah di segmen ultra mikro akan semakin merasakan manfaat berupa bunga kredit yang lebih ramah,” tuturnya.

Sebagai informasi, PNM sendiri telah memperoleh kenaikan rating dari A menjadi AA. Kenaikan rating tersebut dapat mendorong sentimen positif pasar saat PNM menerbitkan obligasi.

Arief menambahkan, ke depan PNM bersama BRI akan terus bersinergi sebagai bentuk keberpihakan terhadap keberlanjutan sektor ultra mikro.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.