Advertorial

Masyarakat Cenderung Pilih BBM Berkualitas di Masa Libur Nataru, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

Kompas.com - 28/12/2021, 11:47 WIB

KOMPAS.com – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas Pertamina mengalami peningkatan signifikan di wilayah Jawa Bagian Barat pada masa libur Natal 2021. Masyarakat lebih memilih untuk menggunakan BBM Pertamina beroktan tinggi.

Hal itu terlihat dari konsumsi BBM jenis Pertamax yang meningkat 17 persen dibandingkan konsumsi rata-rata normal harian pada Sabtu (25/12/2021).

Area Manager Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan, tingginya kebutuhan pengendara akan BBM berkualitas dan ramah lingkungan merupakan fenomena menarik.

Ia menjelaskan bahwa selain Pertamax dan Dexlite, konsumsi BBM jenis lain juga meningkat di wilayah Jawa Bagian Barat.

“Pada Hari Raya Natal, peningkatan konsumsi juga terjadi pada BBM jenis Pertamax Turbo sebesar 10 persen, Pertamina Dex 5 persen, dan Dexlite naik signifikan hingga 67 persen,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/12/2021).

Lebih lanjut, Eko mengatakan, tren tersebut menunjukkan bahwa para pengendara semakin meyakini kenyamanan bepergian ataupun berlibur bersama keluarga yang menempuh perjalanan jauh mensyaratkan kendaraan yang prima.

Untuk mendukung hal tersebut, pengendara dapat memilih Pertamax Turbo dengan Research Octane Number (RON) 98 dan Pertamax dengan RON 92 untuk kendaraan mesin bensin, serta Pertamina Dex dengan Cetane Number (CN) 53 untuk kendaraan mesin diesel. Penggunaan BBM berkualitas tersebut menjamin pembakaran mesin kendaraan akan lebih sempurna dan maksimal.

“Penggunaan Pertamax Series dan Dex Series cocok untuk perjalanan jauh karena keunggulannya mesin menjadi lebih dingin, irit bahan bakar (efisiensi), keawetan mesin, dan meningkatkan performa mesin serta ramah lingkungan,” katanya.

Siaga pada masa libur Nataru dengan layanan mobile storage

Terkait persiapan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pertamina Regional Jawa Bagian Barat menyiagakan seluruh stasiun pengisian bahan bahar umum (SPBU) yang berada di jalur utama dan wisata serta memperkuat pelayanan penyaluran BBM. Upaya ini dilakukan sejak awal Desember 2021 hingga pertengahan Januari 2022.

Untuk diketahui, puncak arus mudik atau keluar kota selama periode Nataru diperkirakan terjadi pada Kamis (30/12/2021) dan puncak arus balik pada Minggu (2/1/2022).

Mobile storage untuk persediaan BBM di SPBU Pertamina. Dok. Pertamina Mobile storage untuk persediaan BBM di SPBU Pertamina.

Sebanyak 53 unit mobile storage disiagakan di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sebagai informasi, mobile storage adalah mobil tangki berisi BBM yang bersiaga untuk mengisi tangki BBM di SPBU.

“Mobil tangki tersebut disediakan untuk mempercepat proses pengisian BBM ke SPBU ketika tangki SPBU mulai kosong. Dengan demikian, stok BBM dapat terjaga,” terang Eko.

Selain memastikan kesiapan stok, Pertamina juga senantiasa menjaga kebersihan SPBU dan menjalankan protokol pencegahan Covid-19 di area SPBU.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berkendara dengan aman, tetap waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Eko.

Jika masyarakat membutuhkan informasi seputar Pertamina Delivery Service atau informasi produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Call Center 135.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau