Advertorial

Antisipasi Kenaikan Konsumsi Selama Nataru, Pertamina Patra Niaga Cek Kesiapan Satgas di Jatimbalinus

Kompas.com - 28/12/2021, 13:59 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina Patra Niaga melaksanakan management walkthrough (MWT) ke sejumlah fasilitas perseroan di regional Jawa Timur (Jatim). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Adapun lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan itu adalah fasilitas penimbunan dan distribusi fuel terminal (FT), seperti integrated terminal (IT) yang ada di Tuban, Surabaya, dan Madiun, serta Fuel Terminal Malang.

Selain itu, MWT juga dilakukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Pertashop, dan titik layanan BBM di sepanjang rest area tol Trans-Jawa.

Ega mengatakan, pihaknya siap melayani masyarakat selama Nataru 2021-2022. Seluruh sarana dan fasilitas pelayanan BBM, liquefied petroleum gas (LPG), serta avtur telah dioptimalkan. Begitu pula dengan jumlah ketersediaan stok.

Hal senada juga turut disampaikan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Deny Djukardi.

Demi memberikan pelayanan paripurna selama musim liburan akhir tahun, ia menuturkan bahwa Pertamina Patra Niaga di regional Jatimbalinus telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru yang bertugas sejak 29 November 2021 hingga 10 Januari 2022.

Pembentukan tim tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tercukupi. Sebab, perusahaan memprediksi kenaikan konsumsi BBM, LPG, dan avtur selama Nataru 2021-2022

“Konsumsi BBM, terutama gasoline, diperkirakan meningkat hingga 4 persen dari rata-rata harian normal sebesar 18.000 kiloliter (kl) menjadi 18.470 kl per hari. Sementara, LPG diperkirakan akan naik 7 persen dari rerata harian normal sebesar 5.300 metrik ton (MT) menjadi 5.700 MT,” jelas Deny dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com,Selasa (28/12/2021).

Terkait pelayanan BBM di ruas tol Trans-Jawa, ia melanjutkan, Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus pun sudah menambah kios modular, seperti Pertashop dan kemasan sebanyak 5 unit yang terletak di Rest Area KM 678B, 695A, 792A, 792B, serta tol Pandaan Rest Area KM 66A.

Selain itu, ada pula 8 SPBU regular existing dan 2 mobil tangki siaga (SPBU Kantong) untuk memenuhi kebutuhan konsumen selama Nataru 2021-2022. Dalam pelaksanaannya, Satgas Nataru Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus berkoordinasi dengan pemerintah dan kepolisian.

“Kami juga menyediakan pelayanan tes usap antigen gratis di sejumlah rest area. Hal ini kami lakukan sebagai upaya mendukung pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang telah terjadi selama dua tahun,” ungkap Deny.

Agar kebutuhan energi masyarakat tercukupi selama Nataru 2021-2022, Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus pun memperkuat pelayanan penyaluran BBM dengan menambahkan awak dan mobil tangki, SPBU kantong, serta jam operasional suplai FT dan IT.

Secara total, ada 1.386 SPBU, 150 stasiun pengisian pusat bulk elpiji (SPPBE), 992 agen LPG, 42.500 pangkalan atau outlet LPG, 13 depot pengisian pesawat udara (DPPU), 19 FT, dan 7 terminal LPG yang telah disiagakan.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat bisa menghubungi Pertamina di nomor 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.

“Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi MyPertamina dalam bertransaksi digital di SPBU. Selain mempermudah transaksi, hal ini juga menjadi bentuk penerapan protokol kesehatan (prokes) pada masa Covid-19,” ujar Ega.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau