Advertorial

Benarkah Pengamanan Data dengan Distribusi Kunci Kuantum Bisa Akhiri Serangan Siber?

Kompas.com - 03/01/2022, 15:37 WIB

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 global menyebabkan peningkatan ancaman ransomware, pencurian data, dan serangan terhadap rantai pasokan yang canggih. Beruntung, enkripsi data tingkat perusahaan yang sulit ditembus berhasil menghambat serangan siber.

Namun, metode perlindungan data tersebut tetap terancam, sekalipun sudah dilengkapi komputasi kuantum. Ketersediaan daya komputasi yang masif memungkinkan para pelaku kejahatan siber mencari cara untuk meretas algoritma enkripsi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan antara universitas di Indonesia dan Thailand, para kriminal siber mengikuti perkembangan penerapan komputer kuantum dalam kriptografi dengan saksama.

Demi membantu melawan tidak kejahatan siber tersebut, Toshiba melakukan proyek penelitian keamanan siber kuantum.

Pada akhir Agustus 2021, Toshiba meluncurkan hasil kolaborasi dengan perusahaan teknologi kuantum asal Singapura, SpeQtral. Kolaborasi ini menyediakan solusi komunikasi aman berbasis kuantum yang didukung oleh teknologi Distribusi Kunci Kuantum (QKD) milik Toshiba.

Apa itu QKD?

QKD bermanfaat untuk mendistribusikan kunci digital rahasia penting guna melindungi data sensitif bagi beragam industri. Dengan QKD, data yang terkunci hanya dapat diakses oleh penerima menggunakan kunci digital yang tepat.

Masalahnya, kunci digital tersebut dapat dicuri atau disalahgunakan. Jika hal ini terjadi, peretas dapat membuka data tersebut.

Sistem keamanan QKD menggunakan metode pengodean pada setiap bit kunci dari foton atau partikel cahaya tunggal yang dipancarkan, misalnya melalui serat optik biasa.

Semua upaya pembacaan foton dapat mengubah pengodean sehingga kerahasiaan setiap kunci teruji dan terjamin.

Berbeda dengan solusi keamanan lain, QKD aman dari semua serangan matematika dan komputasi di masa mendatang, termasuk daya pemrosesan data komputer kuantum.

Teknologi QKD mampu mengamankan data yang dienkripsi, mendeteksi upaya peretasan kunci digital pada tahap awal, serta memastikan data dan pesan hanya dapat diakses oleh penerima yang dituju.

Di Asia Tenggara, National University of Singapore berupaya menyediakan teknologi QKD melalui “enkripsi tahan kuantum” ke bidang industri yang lebih luas, misalnya layanan keuangan, pemerintah, dan kesehatan yang menangani data sensitif.

Sementara itu, Thailand juga memiliki bidang penelitian kriptografi kuantum yang kuat. Hal ini telah diwujudkan oleh Chiang Mai University yang berkolaborasi dengan Thailand Centre of Excellence in Physics dalam menciptakan sistem perangkap atom tunggal.

Kolaborasi penelitian teknologi kuantum juga dilakukan oleh Suranaree University of Technology, National Institute of Metrology, serta perusahaan sosial, Quantum Technology Foundation of Thailand.

Selain itu, Thailand juga terus bekerja sama dan saling bertukar ide penelitian dengan berbagai laboratorium penelitian dunia, seperti di Amerika Serikat (AS), China, Jepang, dan Rusia.

Dengan berbagai kerja sama tersebut, penggunaan QKD dalam lanskap keamanan siber saat ini berjumlah tak terbatas. QKD pun digunakan oleh berbagai bidang dan bisnis, mulai dari transmisi data genomika sensitif hingga transfer data antarinfrastruktur industri penting.

Corporate Representative Asia Pacific Toshiba Corporation sekaligus Managing Director Toshiba Asia Pacific Pte Ltd, Hiroshi Fukuchi.Dok. Toshiba Corporate Representative Asia Pacific Toshiba Corporation sekaligus Managing Director Toshiba Asia Pacific Pte Ltd, Hiroshi Fukuchi.

Corporate Representative Asia Pacific Toshiba Corporation sekaligus Managing Director Toshiba Asia Pacific Pte Ltd, Hiroshi Fukuchi mengatakan, Asia Tenggara berpotensi besar untuk menjadi pasar dan basis pengembangan QKD.

“(Dalam upaya pengembangan tersebut), Toshiba telah menjalin kemitraan industri dalam penerapan teknologi kuantum tahap awal di Jepang, AS, dan Inggris. Kami bangga bisa berpartisipasi dalam ekspansi dan komersialisasi global industri QKD di Singapura dan Asia Tenggara,” ujar Hiroshi.

Mengatasi kejahatan siber dengan QKD

Pada 2003, Toshiba menjadi pelopor penelitian kriptografi kuantum di Cambridge Research Laboratory of Toshiba Research Europe Limited.

Kemudian, pada 2004, Toshiba menjadi perusahaan pertama yang mendistribusikan kunci kuantum dengan serat optik sepanjang lebih dari 100 kilometer (km).

Selanjutnya, pada 2010, Toshiba juga menjadi perusahaan pertama yang mencapai kecepatan kunci berkelanjutan di atas 1 megabyte per second (Mbps) dan 10 Mbps pada 2017.

Kini, akselerasi global dalam transformasi digital akan meningkatkan volume data digital, baik yang digunakan maupun yang disimpan, secara pesat. Namun, tren ini juga meningkatkan ancaman kejahatan siber dalam bentuk pencurian dan monetisasi data berharga.

Oleh karena itu, teknologi QKD Toshiba akan menjadi semakin esensial. Melalui kolaborasi bersama SpeQtral, pengguna potensial di Asia Tenggara dapat memahami kebutuhan terhadap teknologi tersebut sekaligus mempertimbangkan penerapan solusi QKD untuk mengamankan data dan komunikasi.

Sebagai tahap awal, Toshiba menggelar webinar dan lokakarya gratis untuk saling berbagi pengetahuan mengenai penerapan solusi QKD.

Penerapan teknologi Distribusi Kunci Kuantum oleh Toshiba.Dok. Toshiba Penerapan teknologi Distribusi Kunci Kuantum oleh Toshiba.

Singapura merupakan hub global dalam aplikasi keuangan sekaligus titik fokus dalam bidang telekomunikasi, pusat data, dan infrastruktur konektivitas cloud.

Industri-industri itu memproses data penting dan bernilai tinggi sehingga mereka diwajibkan meninjau keamanan komunikasi secara berkala. Di samping itu, industri juga diwajibkan untuk meningkatkan sistem guna mengantisipasi ancaman pada masa mendatang.

Kolaborasi SpeQtral dan Toshiba akan membantu menyediakan solusi QKD guna memastikan kebutuhan konfigurasi konektivitas data dan persyaratan keamanan unik dari semua organisasi terpenuhi.

Memimpin pengembangan QKD di dunia

Melalui penelitian kuantum selama puluhan tahun, Toshiba berhasil mengembangkan dua perangkat QKD yang praktis untuk diterapkan dalam berbagai skenario penggunaan. Kedua perangkat ini adalah QKD multipleks dengan jangkauan hingga 70 kilometer (km) dan QKD jarak jauh hingga 120 km.

Kedua produk komersial tersebut dirancang untuk penerapan QKD secara fleksibel dan hemat biaya sehingga para peneliti kuantum, baik di Asia Tenggara maupun di seluruh dunia, dapat mendalami penelitian atau pengujian secara hemat dan andal.

Seiring dengan kemunculan perekonomian digital akibat percepatan penerapan teknologi, integrasi infrastruktur telekomunikasi berkembang, dan penerapan jaringan 5G, distribusi kunci kuantum menjadi fondasi penting untuk keamanan komunikasi data.

Toshiba terus menunjukkan dukungannya dalam penelitian QKD serta bidang terkait sains kuantum agar pemerintah, akademisi, dan industri dapat terhindar dari ancaman siber.

Selain itu, Quantum Internet of the Future juga siap menghadirkan era baru kemajuan teknologi yang bermanfaat bagi dunia. Inilah perwujudan seutuhnya dari misi Toshiba Corporation dalam meningkatkan inovasi dan kepercayaan melalui kontribusi kepada dunia di setiap tingkat.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Toshiba Asia Pacific. Untuk cerita lainnya, kunjungi Toshiba Clip.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau