Advertorial

Optimalkan Tumbuh Kembang, 5 Makanan Ini Bantu Jaga Imunitas Anak

Kompas.com - 04/01/2022, 19:34 WIB

KOMPAS.com – Daya tahan tubuh atau imunitas yang optimal perlu dijaga. Pasalnya, kemampuan ini diperlukan untuk menjaga tubuh dari paparan berbagai kuman, virus, dan bakteri penyebab penyakit. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Pada anak, daya tahan tubuh tak sekadar menjadi perisai terhadap serangan penyakit. Lebih dari itu, imunitas juga berperan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang mereka.

Dengan imunitas yang kuat, anak cenderung memiliki tingkat kecerdasan dan kemampuan berbahasa yang tinggi, serta emosi yang lebih stabil.

Untuk diketahui, daya tahan tubuh dapat terjaga bila anak mendapatkan asupan makanan sehat yang mendukung sistem tersebut.

Apa saja makanan tersebut? Berikut 5 jenis di antaranya, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (7/10/2020).

  1. ASI

Air susu ibu (ASI) mengandung antibodi yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak. ASI melindungi anak dari kemungkinan terkena infeksi telinga, alergi, diare, pneumonia, meningitis, infeksi saluran kemih, dan sindrom kematian mendadak.

Oleh sebab itu, setiap ibu disarankan memberikan ASI kepada bayinya, terutama pada enam bulan pertama sejak kelahiran si kecil.

  1. Makanan kaya zinc

Zinc merupakan mineral penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Seorang anak membutuhkan zinc antara 2-8 miligram (mg) per hari. Hal ini bergantung pada usia mereka.

Meski memiliki manfaat besar, perlu diingat bahwa orangtua sebaiknya memberikan asupan zinc yang berasal dari bahan alami. Misalnya, dari makanan laut, daging merah, dan ayam

Perlu diketahui, memberikan suplemen zinc secara sembarang atau tanpa pengawasan dokter bisa menimbulkan efek berbahaya, seperti mual, muntah, tidak nafsu makan, kram perut, diare, dan sakit kepala.

  1. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang-kacangan dan biji-bijian dilabeli dalam kategori superfood karena dianggap tinggi nutrisi. Misalnya, kacang kenari, biji labu, biji labu, dan biji chia, mengandung asam lemak omega-3 jenis asam alfa-linolenat (ALA). Asam lemak ini terbukti ampuh membantu tubuh saat melawan penyakit.

Selain asam lemak sehat, kacang-kacangan dan biji-bijian juga banyak mengandung protein, serat, kalium, magnesium, zinc, tembaga, mangan, serta vitamin E, B6, B12, dan A.

Di samping membantu menjaga daya tahan tubuh, zat-zat tersebut juga bisa menunjang tumbuh kembang buah hati secara optimal.

  1. Makanan menganduk probiotik dan prebiotik

Makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik juga dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Seperti diketahui, usus manusia mengandung bakteri baik dan bakteri jahat. Probiotik membantu menjaga keseimbangan antara kedua jenis bakteri tersebut. Probiotik bisa didapatkan dari beragam makanan, seperti yoghurt, kefir, acar, dan sari cuka apel.

Sementara itu, prebiotik merupakan bekal untuk menjaga daya tahan tubuh anak tetap prima. Sumber prebiotik yang baik di antaranya pisang hijau, pisang raja, bengkuang, ubi jalar, dan asparagus.

  1. Buah dan sayur

Buah serta sayur merupakan sumber nutrisi lengkap dan seimbang yang dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Makanan kaya serat tersebut mengandung antioksidan, vitamin A, C, E, B2, B6, K, kalium, folat, magnesium, dan zinc.

Selain itu, buah dan sayur juga kaya akan fitonutrien. Zat ini bermanfaat meningkatkan produksi sel darah putih yang bertugas melawan infeksi.

Bahkan, fitonutrien disebut juga dapat melindungi tubuh dari penyakit kronis, seperti kanker dan jantung pada usia dewasa.

Itulah lima makanan yang dapat menjaga daya tahan tubuh anak sebagai bekal tumbuh kembangnya.

Agar semakin optimal, Anda juga bisa memberikan nutrisi tambahan, misalnya PediaSure. Untuk diketahui, PediaSure dapat dibeli dengan resep dokter atau melalui apotek terdekat. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu sebelum menggunakan produk ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau