Advertorial

Perkuat Persaudaraan, Komunitas Jawara Patra Gelar Pentas Harmoni Pencak Silat dan Musik

Kompas.com - 11/01/2022, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Sebagai bagian dari komitmen memperkokoh persaudaraan, platform komunitas Jawara Patra menggelar kompetisi video Pentas Harmoni Pencak Silat dan Musik. Kegiatan yang diadakan pada 19 November-12 Desember 2021 ini dipersembahkan bagi pegiat pencak silat dan komunitas pemusik di Tanah Air.

Kompetisi bertajuk "Estafetkan Mantapnya Persaudaraan" tersebut mengajak pencinta silat dan pemusik untuk berani diadu menyalurkan bakat dan kreativitas dalam bentuk video.

Pada kompetisi itu, peserta diminta membuat konten video dengan memadukan gerakan silat dan iringan musik secara bersamaan.

Dalam video yang diikutkan kompetisi, peserta wajib menampilkan peragaan silat layaknya tengah mengestafetkan tongkat jawara kepada pesilat satu ke pesilat lainnya. Adegan mengoper tongkat estafet tersebut merupakan lambang untuk merajut persaudaraan.

Terdapat dua kategori perlombaan yang dapat diikuti peserta, yaitu Grup Pencak Silat dan Musik atau Grup Pencak Silat.

Peserta yang memilih Grup Pencak Silat dan Musik wajib menampilkan pemain pencak silat dan pemusik dalam satu video secara bersamaan.

Sementara, peserta yang memilih Grup Pencak Silat hanya menampilkan grup pesilat tanpa pemain musik. Musik yang digunakan pun boleh berasal dari rekaman musik pilihan sendiri ataupun yang disediakan oleh penyelenggara.

Video yang dikreasikan para peserta berdurasi 3-5 menit.

-Dok. Komite Jawara Patra -

Top 9 finalis

Usai tahapan penilaian yang dilakukan oleh atlet nasional pencak silat asal Palembang, Denny Aprisani, dan perwakilan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), terpilih Top 9 Finalis. Kesembilan finalis itu terdiri dari 6 Grup Pencak Silat dan Musik serta 3 Grup Pencak Silat Terbaik.

Mereka pun berani diadu untuk tampil secara langsung dalam Malam Final Pentas Harmoni Pencak Silat dan Musik yang ditayangkan secara live melalui akun Instagram @jawara.patra dan kanal YouTube Jawara Patra, Minggu (19/12/2021) pukul 20.00 WIB.

Sebelum malam final, Jawara Patra juga mengadakan online voting untuk menentukan peserta favorit pilihan netizen dari Top 9 Finalis. Online voting diadakan tiga hari sebelum malam final.

Top 9 Finalis yang mendapatkan like, komentar, dan share terbanyak di akun Instagram @jawara.patra berhak menjadi pemenang.

Untuk kategori tersebut, kelompok silat Pagar Nusa Kediri dari Jawa Timur (Jatim) berhasil menjadi Pemenang Grup Terfavorit.

Pada puncak malam final, komite Jawara Patra juga mengumumkan para pemenang lomba yang penampilannya paling mantap. Adapun 3 pemenang dari kategori Grup Pencak Silat dan Musik adalah Putra Giri Kusuma - Putra Kedaton asal Jawa Barat (Jabar), Cakra Kembang asal Jawa Tengah (Jateng), dan Pagar Nusa Kediri dari Jatim.

Kemudian, pemenang kategori Grup Pencak Silat Terbaik diraih oleh padepokan pencak silat Tatariksa asal Jabar.

Ketiga pemenang Grup Pencak Silat dan Musik membawa pulang hadiah senilai Rp 7 juta. Untuk pemenang Grup Pencak Silat Terbaik, mereka berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp 3,5 juta. Selanjutnya, pemenang Grup Terfavorit mendapat hadiah Rp 1 juta.

Bagi Anda yang ingin menikmati keseruan perhelatan Pentas Harmoni Pencak Silat dan Musik, dapat menyaksikan di Facebook fan page Jawara Patra, Instagram @jawara.patra, dan Facebook Group Paguyuban Jawara Patra.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau