Advertorial

Mendagri: Karang Singa dan Karang Selatan di Selat Malaka Jadi Batas Teritorial Indonesia

Kompas.com - 14/01/2022, 11:29 WIB

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian menjelaskan bahwa Karang Singa dan Karang Selatan di Selat Malaka, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), merupakan batas teritorial wilayah Indonesia.

Kedua kawasan tersebut juga melambangkan kedaulatan negara di wilayah terdepan Indonesia.

Hal tersebut diutarakan Mendagri saat melakukan kunjungan kerja (kunker) sekaligus menghadiri pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 di Maha Vihara Duta Maitreya, Kota Batam, Kepri, Kamis (13/1/2022).

Kedua karang yang terletak di Selat Malaka tersebut memiliki peranan penting atau choke point. Pasalnya, wilayah ini menjadi jalur perlintasan kapal bagi berbagai negara.

Oleh karena itu, Tito melanjutkan, kedua karang harus benar-benar dijaga dan diberi tanda yang jelas untuk menunjukkan batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Salah satu tujuan kunker kami ke Kepri adalah melihat Karang Singa dan Karang Selatan. Ini saya melihat belum ada tanda permanen (kedua karang) milik Indonesia. Hanya ada pelampung atau buoy,” kata Mendagri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (14/1/2022).

Untuk itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk membangun mercusuar sebagai salah satu tanda kedaulatan negara.

“Mercusuar akan dibuat pada 2022. Kami ingin tanda itu menunjukkan bahwa memang berdaulat teritorial kita,” tutur Mendagri.

Mendagri menilai bahwa menjaga kedaulatan negara merupakan tugas penting karena menyangkut wilayah teritorial yang berimplikasi pada banyak hal.

Ia menambahkan, menjaga kedaulatan di batas terluar perlu dilakukan agar peristiwa semacam Sipadan dan Ligitan tak kembali terulang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau