Advertorial

5 Tips Mudah Merawat Radiator Mobil agar Mesin Tetap Awet

Kompas.com - 20/01/2022, 16:24 WIB

KOMPAS.com – Kondisi radiator merupakan salah satu penentu performa mesim mobil. Radiator sendiri merupakan sistem pendingin mesin yang terdiri dari udara, minyak pelumas, dan cairan pendingin.

Jika radiator tidak bekerja dengan baik, performa mobil pun tidak bisa maksimal. Utamanya, cairan pendingin yang terdapat di dalam radiator.

Perlu diketahui, air atau cairan di dalam radiator berfungsi mengontrol panas pada mesin. Dengan demikian, mesin mobil mampu menghasilkan performa terbaik dan tidak cepat rusak karena overheating.

Sayangnya, masih banyak orang, khususnya pengendara pemula, tidak mengetahui betapa pentingnya merawat radiator mobil. Untuk itu, simak lima tips merawat radiator mobil berikut.

  1. Cek volume air secara berkala

Permasalahan umum yang biasa dialami pengendara adalah kekurangan volume air radiator. Padahal, air radiator berfungsi mengontrol stabilitas temperatur mesin mobil.

Kekurangan air radiator dapat menyebabkan temperatur mesin mobil dapat mengalami overheat atau sangat panas. Bahkan, jika dibiarkan dalam jangka panjang, kekurangan air radiator dapat merusak seluruh mesin mobil.

Oleh karena itu, pemilik mobil harus memastikan volume air radiator memenuhi standar yang sudah direkomendasikan. Cek kondisi air secara berkala, seperti dua tiga kali sehari dalam seminggu.

  1. Bersihkan tangki radiator

Berdasarkan situs web otomotif mobilku.org, tangki radiator perlu dibersihkan minimal 2 minggu sekali dan tidak boleh dibiarkan sampai kotor. Pembersihan tangki radiator dapat dilakukan dengan cara menguras.

Jika tidak dibersihkan secara rutin, komponen-komponen radiator yang berbahan dasar logam berisiko mengalami korosi. Hal ini dapat mengurangi usia pemakaian radiator.

Pembersihan tangki secara rutin juga menghindarkan mesin dari kondisi overheat. Dengan kata lain, temperatur mesin mobil dapat dipertahankan dalam kondisi normal.

Selain itu, Anda juga dapat berhemat dengan rutin membersihkan tangki radiator. Sebab, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk menyervis mesin atau mengganti radiator.

  1. Jangan gunakan air tanah

Banyak pengemudi menganggap bahwa radiator dapat diisi dengan cairan apa saja, termasuk air tanah. Padahal, hal ini sama sekali tidak dianjurkan.

Pasalnya, air keran mengandung zat-zat besi yang dapat memicu karat atau korosi pada komponen dan tangki radiator.

Sebagai gantinya, isi air radiator mobil dengan air mineral atau air dari PAM. Kedua air tersebut tidak mengandung zat besi dan aman digunakan sebagai air pengganti radiator.

  1. Pilih radiator coolant

Agar radiator mobil lebih awet, cobalah menggunakan radiator coolant untuk mengisi radiator. Sesuai namanya, cairan ini berfungsi untuk mengontrol temperatur mesin mobil dan mencegah overheating seperti air radiator.

Selain fungsi tersebut, radiator coolant juga dapat membersihkan karat dan kotoran-kotoran yang menumpuk di dalam tangki radiator. Dengan demikian, tangki radiator jadi lebih tahan lama. 

  1. Pastikan radiator sudah tertutup rapat

Setelah mengecek atau mengisi air radiator, tutuplah radiator dengan benar dan rapat. Sebab, radiator yang tidak tertutup rapat bisa menyebabkan cairan radiator coolant mengalami kebocoran ketika menahan temperatur mesin mobil yang bersuhu panas.

Jika diperlukan, Anda bisa menutup katup radiator berkali-kali agar tertutup rapat. Dengan demikian, kebocoran radiator dapat dicegah dan mesin mobil tetap terlindungi.

Itulah lima cara merawat radiator agar berfungsi dengan baik. Semoga dengan cara tersebut, mobil Anda tetap terawat dan performanya terjaga.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau