Advertorial

Dukung Literasi Keuangan Generasi Sandwich, Astra Life Gelar #BetterSandwichGen Masterclass Sepanjang 2021

Kompas.com - 01/02/2022, 10:23 WIB

KOMPAS.com – Generasi sandwich kerap memiliki masalah keuangan karena menjadi tumpuan hidup keluarga. Selain menghidupi keluarga inti, generasi sandwich juga mencukupi kebutuhan orangtuanya.

Karena hal tersebut, generasi sandwich pun hanya bisa menyisihkan sedikit gaji untuk menabung. Agar bisa menabung atau bahkan berinvestasi, mereka harus berhemat dan menekan gaya hidup.

Berdasarkan hasil survei Katadata Insight Center untuk Astra Life pada 2021, hampir 50 persen dari 1.828 responden berusia 25-45 tahun di seluruh Indonesia masuk dalam kategori generasi sandwich.

Dari jumlah tersebut, generasi sandwich yang memiliki kesiapan finansial untuk memenuhi kebutuhan pokok, menabung, dan berinvestasi pada waktu bersamaan hanya mencapai 13,4 persen.

Melihat kondisi tersebut, PT Asuransi Jiwa Astra atau Astra Life mengadakan #BetterSandwichGen Masterclass sepanjang 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kesiapan sandwich generation dalam mengelola keuangan dengan baik.

Adapun #BetterSandwichGen Masterclass terdiri dari rangkaian talk show secara online yang diisi sejumlah influencer dan content creator finansial sebagai pemateri. Sebut saja, Felicia Putri, Prita Ghozie, Annisa Steviani, Fellexandro Ruby, Andhika Diskartes, Aliyah Natasya, dan Jonathan End.

Melalui talk show tersebut, peserta bisa mendapatkan inspirasi cara mengelola finansial dengan lebih baik, memaksimalkan potensi diri sebagai bagian dari investasi, serta memahami urgensi kepemilikan asuransi jiwa dalam mengelola risiko yang bisa terjadi.

Sepanjang 2021, #BetterSandwichGen Masterclass digelar melalui Instagram Live sebanyak 12 sesi dan 11 sesi Zoom Webinar. Adapun total peserta yang mengikuti acara tersebut mencapai lebih dari 45.000.

Astra Life menggelar edukasi #BetterSandwichGen Masterclass untuk mendukung kesiapan sandwich generation dalam mengelola keuangan dengan baik.DOK. Astra Life Astra Life menggelar edukasi #BetterSandwichGen Masterclass untuk mendukung kesiapan sandwich generation dalam mengelola keuangan dengan baik.

Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi mengatakan, Astra Life memahami bahwa tantangan yang dihadapi generasi sandwich tidak hanya terkait finansial. Oleh karena itu, Masterclass #BetterSandwichGen juga turut membahas peran penting well-being bagi generasi sandwich untuk membangun masa depan yang cerah, baik untuk diri sendiri dan keluarga.

“Hal tersebut membutuhkan mental yang sehat dan juga kuat seperti yang disampaikan oleh dr Jiemi Ardian, Yasa Singgih, dan Andra Alodita,” kata Windawati dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (31/1/2022).

Selain itu, program #BetterSandwichGen juga mengadakan webinar dengan materi terkait keluarga. Materi ini dibawakan oleh Rani Anggraeni, Samanta Elsener, dan Kadek Arini.

Selanjutnya, topik kesehatan terkait Covid-19 dibawakan oleh dr Adam Prabata serta sesi meditasi oleh Pishi Yoga. Kedua sesi ini diberikan supaya generasi sandwich dapat menghilangkan kecemasan kala menghadapi berbagai tantangan.

“Tak hanya talk show, edukasi untuk para generasi sandwich juga dikemas dalam berbagai konten menarik di seluruh platform komunikasi Astra Life melalui kampanye #BetterSandwichGen,” ujar Windawati.

Pihaknya optimistis, kampanye #BetterSandwichGen dapat mendukung peningkatan literasi finansial sekaligus membangun kesadaran untuk memiliki layanan proteksi.

“Ke depan, saya berharap dapat terus menemani langkah masyarakat, terutama generasi sandwich, untuk menjalani berbagai tahapan hidup dengan rasa tenang dan aman sekaligus tetap bisa mencintai hidup,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau