Advertorial

Sejumlah Langkah BNI Dukung UMKM Bangkit dari Pandemi

Kompas.com - 06/02/2022, 13:06 WIB

KOMPAS.com – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami kebangkitan kinerja yang cukup potensial pada tahun ini.

Karenanya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memastikan solusi layanan perbankan lebih lengkap guna menstimulasi kenaikan kelas sekaligus mendorong UMKM nasional go global.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menuturkan, pandemi Covid-19 turut berdampak pada banyak segmen ekonomi, khususnya UMKM. Meski demikian, segmen UMKM justru menunjukkan pemulihan kinerja yang lebih cepat dan mampu menjadi motor pemulihan bagi ekonomi nasional.

Terlebih, segmen tersebut memiliki kontribusi ekonomi yang besar, yakni lebih dari 60 persen dan penyerapan tenaga kerja hingga 97 persen.

Mempertimbangkan hal tersebut, pada tahun ini BNI menyiapkan berbagai solusi perbankan sekaligus program pembinaan dan pendampingan UMKM. BNI berharap, program tersebut dapat membantu pelaku UMKM naik kelas sekaligus mampu menembus pasar ekspor.

“Kami melihat UMKM memiliki peran besar dalam pemulihan ekonomi nasional. Sebagai agen pembangunan pemerintah, BNI mendorong peningkatan rasio kredit UMKM hingga 30 persen,” ujar Royke dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (6/2/2022).

BNI, lanjut Royke, saat ini tengah fokus pada penciptaan ekosistem yang produktif dalam mengembangkan segmen UMKM. Debitur UMKM akan digabungkan dengan satu ekosistem yang berhubungan dengan pelaku usaha sejenis. Hal ini diharapkan dapat saling mendukung pertumbuhan kinerja masing-masing.

Selanjutnya, ekosistem tersebut akan dihubungkan dengan berbagai platform digital yang disiapkan BNI untuk membuat interlink antar ekosistem UMKM sekaligus menjawab permintaan pasar yang besar.

Dari sisi permintaan, BNI termasuk bank pelat merah yang mendukung Pasar Digital (PaDi) UMKM. BNI juga aktif memperbesar pengadaan barang dan jasanya dari para pelaku UMKM.

“Hal tersebut dapat menjadi peluang pasar yang cukup potensial bagi para pelaku UMKM untuk membangun usaha secara berkelanjutan,” tuturnya.

Program BNI Xpora

Dengan mandat sebagai bank global Indonesia, Royke menuturkan bahwa BNI juga fokus pada pengembangan potensi pasar di luar negeri melalui program BNI Xpora. Program ini dibuat untuk mengoptimalkan pekerja migran sekaligus diaspora Indonesia yang jumlahnya mencapai 8 juta.

Melalui program ini, BNI mendukung pekerja migran serta diaspora untuk menjadi agen pembangunan bagi pelaku UMKM dalam negeri.

“BNI pun aktif mendorong pelaku UMKM dalam negeri untuk membangun kapabilitas serta kapasitas usahanya dalam menjawab permintaan luar negeri. Hal ini diwujudkan melalui 7 Xpora Hub yang tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, dan Sulawesi,” ujar Royke.

Royke menuturkan, tahun ini, BNI akan mengakuisisi sebuah bank yang ke depannya akan diubah menjadi bank digital. Entitas ini didorong untuk dapat lebih berani menjawab permintaan kredit suku bunga rendah dengan memanfaatkan berbagai inovasi teknologi terbaru.

“Kami buat bank digital ini di luar sistem yang BNI punya saat ini. Harapannya supaya kami dapat memiliki sebuah ekosistem yang lebih kondusif bagi UMKM untuk naik kelas,” tuturnya.

Selain itu, BNI juga memiliki program Smart City, Smart Farming, dan Smart Fishing. Ketiga program ini merupakan upaya BNI mendorong pelaku UMKM supaya lebih adaptif dengan perkembangan dan layanan digital perbankan.

“Melalui program tersebut, kami berharap volume transaksi jual beli pelaku UMKM dapat meningkat dan pangsa pasarnya semakin besar,” kata Royke.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau