Advertorial

Songsong Pemulihan Ekonomi Nasional, Bank Mandiri Adakan MIF 2022

Kompas.com - 08/02/2022, 10:06 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Mandiri Tbk (Persero) bersama Mandiri Sekuritas menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2022 pada Senin (7/2/2022) hingga Jumat (11/2/2022). Untuk gelaran ke-11 pada tahun ini, MIF 2022 mengusung tema “Recapturing the Growth Momentum”.

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, MIF 2022 merupakan forum strategis bagi investor untuk memahami kondisi ekonomi dan strategi bisnis ke depan di tengah siklus pemulihan ekonomi Indonesia.

Ia pun menjelaskan bahwa tahun ini menjadi momentum untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV 2021 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Jumlah ini lebih tinggi ketimbang pertumbuhan pada kuartal III 2021 yang mencapai 3,51 persen secara yoy.

Selain itu, sepanjang 2021, PDB domestik juga tercatat tumbuh sebesar 3,69 persen setelah mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen pada 2020.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai faktor, yakni pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), peningkatan mobilitas masyarakat dan belanja rumah tangga, serta perbaikan tingkat keyakinan konsumen.

“Kami optimistis, kondisi ekonomi Indonesia pada 2022 akan lebih baik ketimbang 2021. Hal ini sesuai data pertumbuhan PDB Indonesia yang dipublikasikan oleh BPS,” kata Panji dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Senin.

Tim ekonomi Bank Mandiri, lanjut Panji, memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2022 akan mencapai 5,17 persen secara yoy. Angka ini lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi pada 2021.

Meski demikian, Panji mewanti-wanti semua pihak untuk waspada terhadap berbagai tantangan pada 2022 dan beberapa tahun ke depan.

Salah satu tantangan terbesar adalah normalisasi kebijakan moneter atau kenaikan suku bunga kebijakan yang dilakukan negara maju, terutama Amerika Serikat (AS).

“Negara-negara maju akan menetapkan kebijakan tersebut untuk mengatasi kenaikan inflasi secara signifikan akibat permasalahan rantai pasok serta kenaikan harga komoditas global,” ujarnya.

Kebijakan tersebut dinilai Panji dapat berdampak pada kondisi perekonomian Indonesia yang masih berada pada tahap pemulihan.

Selain itu, ruang fiskal untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional juga semakin terbatas. Hal ini dikarenakan proses konsolidasi menuju target defisit fiskal di bawah 3 persen terhadap PDB pada 2023 masih berlangsung.

“Berbagai topik strategis terkait perekonomian Indonesia tersebut akan dibahas pada MIF 2022. Peserta akan mendapatkan berbagai perspektif dari para ahli terkemuka terkait secara langsung,” tuturnya.

Panji melanjutkan bahwa MIF 2022 diisi oleh sejumlah pembicara penting, yakni jajaran menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo, pimpinan perusahaan, dan profesional di bidangnya masing-masing.

Selain pemaparan materi, MIF 2022 juga dapat menjadi sarana komunikasi antara para penentu kebijakan, investor, serta berbagai pemangku kepentingan lain untuk mengetahui strategi kebijakan ekonomi yang akan diterapkan.

“Dengan demikian, momentum pemulihan sekaligus stabilitas ekonomi diharapkan dapat terjaga dari berbagai risiko dan tantangan,” tuturnya.

Sebagai puncak MIF 2022, lanjut Panji, pihaknya akan mengadakan Macro Day pada Rabu (9/2/2022). Di acara puncak inilah, pembicara dari pemerintah dan BI akan membahas strategi serta kebijakan negara dalam rangka menyeimbangkan stabilitas ekonomi dan mendorong percepatan pemulihan di tengah tantangan normalisasi kebijakan yang dilakukan negara-negara di dunia, terutama di negara maju.

“Kebijakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang akan dibahas terdiri dari percepatan transformasi digital serta penerapan environmental, social and governance (ESG) di kalangan industri,” kata Panji.

Untuk pendaftaran MIF 2022, Anda bisa mengunjungi laman https://www.mandiriinvestmentforum.co.id/register.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau