Advertorial

Menteri Teten Apresiasi Upaya BNI dalam Meningkatkan Kapabilitas UMKM di Pasar Global

Kompas.com - 08/02/2022, 18:59 WIB

KOMPAS.com - Berbagai upaya dan strategi dilakukan demi mendorong produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia bisa bersaing dan menembus pasar internasional. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19, sektor UMKM terbukti mampu bertahan dan pulih lebih cepat ketimbang sektor lainnya.

Meski berpotensi besar, UMKM kerap mengalami keterbatasan saat mengakses pasar dan permodalan, serta melakukan branding. Hal ini menjadi penyebab sektor UMKM kesulitan menembus pasar ekspor.

Demi meningkatkan daya saing UMKM di pasar global, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pun ikut melakukan berbagai upaya. Bank pelat merah yang ditugasi untuk memfasilitasi peningkatan ekspor ini fokus menciptakan ekosistem yang produktif.

Ekosistem tersebut kemudian dihubungkan dengan berbagai platform digital yang disiapkan BNI. Dengan begitu, interlink antar-ekosistem UMKM dapat tercipta. Hal ini juga mampu menjawab permintaan-permintaan besar, termasuk untuk ekspor.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah (UKM) Teten Masduki pun mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan BNI. Dia mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak UMKM dengan produk bagus dan berpotensi untuk ekspor.

Sayangnya, sebagian besar dari UMKM tersebut kesulitan mendapatkan modal untuk memperluas usaha atau modernisasi teknologi produksinya.

“Mestinya, bank membidik UMKM yang potensial untuk diberikan pembiayaan dan BNI termasuk yang ditugaskan untuk memfasilitasi peningkatan ekspor,” kata Teten, seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (8/2/2022).

Ia menjelaskan, produk UMKM yang banyak diminati di pasar ekspor meliputi furnitur, home decor, kuliner, natural ingredients, dan sumber daya laut. UMKM pada sektor ini, menurut Teten, bisa ditingkatkan sehingga bisa naik kelas dan menembus pasar global.

Setali tiga uang dengan Menteri Teten, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya juga mengapresiasi langkah BNI. Pasalnya, upaya tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah dalam meningkatkan ekspor UMKM. Terlebih, pelaku UMKM membutuhkan pendampingan dan peningkatan kelas untuk bisa memenangkan persaingan di kancah global.

“Upaya yang dilakukan BNI sangat sejalan dan sangat bagus, mengingat UMKM kita sangat banyak jumlahnya. Karena kemampuan APBN dan APBD terbatas, keberadaan BNI dengan program tersebut sangat membantu pendampingan dan peningkatan kelas UMKM,” kata Eddy. 

Dia menuturkan, BNI juga termasuk bank pelat merah yang proaktif mendukung program Pasar Digital (PaDi) UMKM. BNI pun memperbesar pengadaan barang dan jasanya dari pelaku UMKM. Bank ini juga berfokus pada pengembangan potensi pasar di luar negeri melalui program BNI Xpora.

Untuk diketahui, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai solusi perbankan yang dilengkapi program pembinaan dan pendampingan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM naik kelas sekaligus mampu menembus pasar ekspor.

Contohnya, BNI Xpora. Program ini ditujukan untuk mengoptimalkan pekerja migran sekaligus diaspora Indonesia yang jumlahnya mencapai 8 juta. Dalam program ini, BNI mendukung pekerja migran serta diaspora untuk menjadi agen pembangunan bagi pelaku UMKM dalam negeri.

"BNI pun aktif mendorong pelaku UMKM dalam negeri untuk membangun kapabilitas serta kapasitas usahanya dalam menjawab permintaan luar negeri dengan 7 Xpora Hub yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi," ujar Royke.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau