Advertorial

Pertamina Grand Prix of Indonesia Jadi Energi Tanah Air untuk Berani Melesat

Kompas.com - 10/02/2022, 12:55 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) resmi menjadi pendukung utama pada event MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebut momen perhelatan ajang balap MotoGP 2022 tersebut menjadi energi baru untuk Indonesia berani melesat lebih cepat.

Nicke mengatakan dasar dukungan pertamina adalah sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo terkait pengembangan 5 daerah pariwisata superprioritas.

Adapun kawasan Mandalika menjadi salah satu yang dikembangkan dalam program itu.

“Maka Pertamina bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) melakukan pengembangan Pertamina Mandalika Circuit,” ujarnya Nicke dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (10/2/2022).

Nicke melanjutkan, kontribusi Pertamina merupakan bentuk dukungan untuk Mandalika agar dapat memosisikan diri sebagai daerah pariwisata berskala internasional.

"Setelah kerja sama di Pertamina Mandalika Circuit, maka kali ini kami melengkapi kerja sama dengan mendukung ajang internasional yang akan diselenggarakan di Mandalika, yaitu MotoGP. Penyebutan event ini menjadi 'Pertamina Grand Prix of Indonesia' sebagai bentuk dukungan utuh dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," ujar Nicke.

Nicke menjelaskan, Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi kebanggaan bagi masyarakat Tanah Air. Terlebih, event balapan MotoGP terakhir kali dilaksanakan di Indonesia pada 1997 atau sekitar 25 tahun lalu.

Untuk itu, event ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk Indonesia memperlihatkan kemampuan mengelola dampak pandemi Covid-19 dengan baik kepada dunia.

"Tentu saja, pengembangan event ini kami harapkan menjadi momentum untuk bangkit pascapandemi dan menjadi penyemangat seluruh masyarakat Indonesia," ujar Nicke.

Bagi Nicke, ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika merupakan momentum baik untuk Indonesia di kancah internasional karena disiarkan secara langsung di lebih dari 200 negara, 428 juta rumah tangga, dan 7 juta penonton.

Ia juga mengharapkan event tersebut memberi multiplier effect yang baik bagi Indonesia.

"Inilah saatnya kita (Indonesia) memperlihatkan kepada dunia keindahan Indonesia bahwa ini adalah sirkuit pertama dengan view yang luar biasa dan menjadi satu keunggulan yang bisa menarik turis dari seluruh negara untuk datang ke Mandalika,”tambahnya.

Ia melanjutkan bahwa momentum tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai peluang melakukan branding dan membuka pasar untuk produk-produk lokal di kancah internasional.

“Khususnya produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa masuk ke pasar global," jelas Nicke.

Nicke memaparkan bahwa semangat tersebut yang menjadi dasar tema pada ajang balap MotoGP yang akan digelar pada 18-20 Maret 2022 di Mandalika tersebut, yakni 'Energi untuk Berani Melesat'.

"Pertamina mengajak seluruh masyarakat untuk segera bangun dan bersiap diri, seperti halnya para pebalap di MotoGP yang berani untuk melaju kencang melesat dan percaya diri untuk mengalahkan semua tantangan yang ada," tegas Nicke.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau