Advertorial

Majoo Luncurkan Aplikasi Digital Terintegrasi untuk Bantu Pertumbuhan Pelaku UMKM Indonesia

Kompas.com - 18/02/2022, 14:07 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan rintisan (startup) Majoo meluncurkan aplikasi digital terintegrasi untuk mendukung industri usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Seperti diketahui, UMKM merupakan salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adapun pertumbuhan dari UMKM turut dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Majoo Adi Wahyudi Rahadi mengatakan, hal tersebut menjadi alasan utama Majoo dalam menghadirkan aplikasi untuk pelaku UMKM.

“Saat kuliah, saya terpilih mengikuti Global Social Venture Competition (GSVC). Di sana, saya berkompetisi dengan (mahasiswa dari) Harvard University, Stanford University, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Sloan. Setelah kompetisi tersebut, saya sadar bahwa membangun bisnis bukan hanya tentang profitabilitas, tetapi pada saat bersamaan juga (harus) menciptakan dampak sosial yang besar,” ujar Adi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (17/2/2022).

Adi menambahkan, keinginannya membuat aplikasi untuk UMKM berawal dari pengalamannya saat ia mencoba berwirausaha di samping pekerjaan utamanya sebagai karyawan Telkomsel, yakni membuka toko komputer online yang menjual dan mendistribusikan perangkat ciptaannya sendiri.

Saat itu, ia menciptakan alat kasir berbasis sistem point of sales (POS) dan menyadari bahwa UMKM membutuhkan solusi komprehensif untuk memudahkan operasional bisnis mereka.

“Pada 2019, akhirnya saya memutuskan mengundurkan diri dari Telkomsel dan fokus mengembangkan aplikasi Majoo. Aplikasi ini telah didukung dengan fitur unggulan, seperti kasir, pengelolaan keuangan, inventori, pelanggan, karyawan, pembayaran elektronik, permodalan, dan analisis bisnis.” terang Adi.

Aplikasi Majoo, lanjut Adi, berkomitmen besar dalam membantu UMKM Indonesia dengan memberikan solusi end-to-end.

Solusi tersebut hadir agar UMKM dapat mengelola dan mengembangkan bisnisnya sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“UMKM butuh solusi lengkap yang terjangkau dan mudah dipahami. Saya percaya bahwa teknologi digital adalah pendorong utama dalam percepatan pertumbuhan ekonomi. Saya juga yakin bahwa setiap UMKM memiliki hak yang sama untuk mengakses teknologi dan ekonomi digital agar menjadi bagian dari pembangunan ekonomi,” jelas Adi.

Adi Wahyudi Rahadi ingin UMKM memiliki hak yang sama dalam mengakses teknologi dan ekonomi digital. Dok. Majoo Adi Wahyudi Rahadi ingin UMKM memiliki hak yang sama dalam mengakses teknologi dan ekonomi digital.

Saat ini, aplikasi Majoo telah digunakan oleh 30.000 majooprenuers —sebutan bagi wirausahawan pengguna Majoo—yang terdiri dari berbagai latar bisnis di 600 kota, mulai dari food and beverage (F&B), laundry, hingga retail.

Para pelaku UMKM yang telah bersinergi dengan Majoo tersebut telah melakukan 100 juta transaksi dengan total nilai 600 juta dollar Amerika Serikat (AS).

“Skala transaksi UMKM mungkin tergolong kecil, tetapi jika dilakukan secara kolektif, perannya bagi perekonomian dalam negeri tidak dapat diabaikan. UMKM memberi sumbangan besar pada pendapatan domestik bruto dan (itu) berarti membantu ekonomi nasional," kata Adi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau