Advertorial

Gandeng Ulama, BNPT Gaungkan Cinta Tanah Air untuk Lawan Terorisme yang Menyalahgunakan Narasi Keagamaan

Kompas.com - 19/02/2022, 11:18 WIB

KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan silaturahmi kebangsaan di Pesantren Sidogiri pimpinan Kiai Haji (KH) Ahmad Fuad Noerhasan dan Pesantren Ngalah Purwosari pimpinan KH Sholeh Bahruddin, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (16/2/2022).

Kegiatan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme dengan konsep pentaheliks. Melalui kegiatan tersebut, BNPT melakukan penguatan kerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama di Kabupaten Pasuruan.

Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar MH mengatakan, pihaknya melihat peran strategis dari para pemuka agama, terutama di lembaga pendidikan keagamaan.

“Langkah ini merupakan upaya dari BNPT agar kita bersama-sama memberikan semangat kebangsaan dan rasa cinta Tanah Air kepada para santri. Pesantren tempat yang tepat dalam membangun semangat cinta Tanah Air, hubbul wathan minal iman," ujar Boy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (19/2/2022).

Boy menambahkan, sejumlah kiai dan ulama terdahulu telah membantu menggelorakan semangat cinta Tanah Air dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Mereka mencontohkan bagaimana menjaga bangsa ini dengan membangun semangat kebangsaan. Salah satu kiai tersebut adalah KH Muhammad Hasyim Asy'ari,” jelas Boy.

Boy juga menyampaikan bahwa jaringan radikal dan terorisme telah menyalahgunakan narasi-narasi agama agar banyak orang yang bersimpati dan terjerumus.

“Oleh karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati agar tak terjerumus dengan tindak terorisme yang mengatasnamakan agama,” kata Boy.

Dalam menanggulangi terorisme, BNPT akan mengajak banyak pihak untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak, mulai dari lembaga pendidikan formal, nonformal, hingga para pemuka agama dan pesantren.

Konsep kerja sama tersebut dikenal sebagai pentaheliks penanggulangan terorisme.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau