Advertorial

Viral Surat Permohonan Brigjen Junior, Berikut Sikap KSAD Jenderal Dudung

Kompas.com - 23/02/2022, 11:52 WIB

KOMPAS.com - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman buka suara terkait berita penahanan dan surat permohonan perawatan Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Junior Tumilaar yang viral beberapa hari terakhir.

Dudung mengatakan, penahanan Junior merupakan murni penegakan disiplin di internal TNI dan tidak didasari atas kepentingan lain. 

“Murni penegakan disiplin militer di TNI, khususnya TNI AD,” ujar Dudung dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (23/2/2022). 

Dudung menambahkan bahwa penahanan Junior sudah mengikuti prosedur yang berlaku. Saat melakukan penahanan, TNI tetap memperhatikan kondisi kesehatan yang bersangkutan. 

KSAD Jenderal Dudung dalam sebuah acara. DOK. KSAD KSAD Jenderal Dudung dalam sebuah acara.

Junior, kata Dudung, merupakan perwira tinggi (pati) AD yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Ia memiliki pengalaman selama puluhan tahun mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai anggota TNI AD.

“Oleh karena itu, penahanan pasti dilakukan sesuai dengan prosedur. Kesehatan yang bersangkutan tetap menjadi perhatian kami. Bahkan, kami menyiagakan satu tim dokter dari Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) yang aktif mengecek kesehatan beliau,” ujarnya.

Mengenai permohonan Junior untuk dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Dudung mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan tim dokter yang menangani jenderal tersebut.

Dudung menyatakan, jika kondisi Junior memang harus dipindahkan ke RSPAD, ia tidak akan menghambat yang bersangkutan untuk mendapatkan perawatan lebih maksimal.

“Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menghentikan penegakan hukum dan disiplin militer atas Brigjen Junior. Hal ini demi menjaga prinsip equality before the law,” tutur Dudung.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau