Advertorial

Kolaborasi Inklusif, Pertamina Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik

Kompas.com - 23/02/2022, 13:07 WIB

KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo mengapresiasi langkah perusahaan-perusahaan dari hulu sampai hilir yang memulai pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dalam rangka mencapai target net zero carbon emission pada 2060. 

Hal itu disampaikan olehnya pada peluncuran Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik yang digelar di SPBU Pertamina, Jakarta, pada Selasa (22/2/2022).

“Kami harap, Indonesia dapat menjadi produsen kendaraan listrik dan pada 2025 ada 2 juta kendaraan listrik yang bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia,” ucap Presiden dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (23/2/2022).

Untuk diketahui, pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan kolaborasi Pertamina bersama Gojek, Electrum, Gesits, Gogoro, dan IBC. Kerja sama dilakukan sebagai langkah terwujudnya ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, pengembangan ekosistem kendaraan listrik harus terintegrasi dalam satu value chain. Berangkat dari hal tersebut, Pertamina berkomitmen untuk mencapai target yang sudah ditetapkan Pemerintah.

“Pertamina telah mengembangkan SPBU Green Energy Station (GES) untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Saat ini, Pertamina memiliki 143 SPBU yang berstatus GES,” ujar Nicke.

Nicke mengatakan bahwa pada 2022, GES tersedia akan ditambah menjadi 1.000. Dengan demikian, bukan hanya baterai saja yang membuat lingkungan menjadi lebih hijau, tetapi sumber energi pembangkit menjadi ramah lingkungan. 

“Langkah yang kami upayakan saat ini adalah bekerja sama dengan Gojek sebagai perusahaan basis kendaraan motor yang besar. Pertamina menyadari bahwa kemudahan dan kecepatan merupakan hal terpenting untuk pasar kendaraan roda dua,” ujar Nicke.

Saat ini, layanan swapping station dengan solusi penggantian baterai digunakan oleh 500 armada Gojek yang menggunakan motor listrik. Ke depannya, Pertamina terus berupaya agar layanan ini dapat digunakan oleh masyarakat umum.

Pertamina telah menyediakan tujuh titik SPBU di Jakarta Selatan sebagai lokasi swapping station, yaitu SPBU MT Haryono, SPBU Kuningan, SPBU Kemang, SPBU Gandaria City, SPBU Fatmawati, SPBU Permata Hijau, dan SPBU Pondok Indah. 

“Layanan dari hasil kolaborasi ini segera kami tingkatkan. Kalau hasilnya baik, swapping station akan kami tingkatkan untuk 5.000 kendaraan secepatnya melalui komitmen bersama,” ujar Nicke.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau