Advertorial

Harga Minyak Mentah Tembus 100 Dollar AS Per Barrel, Pertamina Pastikan Suplai BBM dan LPG Aman

Kompas.com - 25/02/2022, 18:32 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) terus memantau perkembangan pasar minyak dan gas bumi (migas) dunia yang naik tajam. Saat ini, harga minyak mentah telah menembus 100 dollar Amerika Serikat (AS) per barrel.

Tren kenaikan harga minyak dunia dipengaruhi oleh permintaan energi secara global yang berangsur pulih. Selain itu, ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina juga turut berimbas pada peningkatan harga minyak.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, perseroan terus memonitor kondisi energi global yang berpengaruh pada bisnis perusahaan.

Upaya tersebut dilakukan agar ketahanan energi nasional tetap terjamin, termasuk suplai bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas cair atau liquefied petroleum gas (LPG).

Fajriyah melanjutkan, Pertamina juga mempertahankan kinerja operasional hulu sampai hilir secara konsisten untuk meningkatkan ketahanan energi dan menjaga stabilitas suplai kebutuhan energi nasional.

Saat ini, imbuhnya, Pertamina memiliki sumber pasokan minyak mentah serta produk BBM serta LPG yang bervariasi, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Dengan demikian, Pertamina memiliki fleksibilitas suplai. 

“Sebagian minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri diproduksi melalui portofolio Pertamina, yaitu subholding upstream dari produksi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Indonesia,” ujar Fajriyah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (25/2/2022). 

Sementara, mekanisme pengadaan minyak mentah, produk BBM, dan LPG dilakukan dengan basis long-term serta penyesuaian dengan short-term. Hal ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan yang matang. 

Selain memastikan energi terdistribusi ke seluruh Indonesia, lanjut Fajriyah, Pertamina juga harus mengantisipasi dinamika market global. Pasalnya, situasi pasar migas dunia berpotensi memberikan tekanan pada kinerja keuangan perusahaan dari sektor hilir. 

Oleh sebab itu, Pertamina akan terus memantau perkembangan pasar migas dunia dan melakukan kajian dan evaluasi, serta berkoordinasi dengan seluruh stakeholder.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak strategis terhadap perusahaan, termasuk penetapan harga BBM nonsubsidi. Dengan demikian, pasokan minyak di pasar dalam negeri tetap terjaga.

“Pertamina juga ingin memastikan kemampuan keuangan perusahaan dalam rangka menjamin suplai BBM kepada seluruh masyarakat sampai ke pelosok negeri,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau