Advertorial

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini Saat Melakukan Pemasaran Digital

Kompas.com - 26/02/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com – Kehadiran pandemi Covid-19 memberi dampak besar pada perekonomian dunia.Meski demikian, roda perekonomian yang sempat berhenti di masa awal pandemi kini perlahan mulai berputar kembali.

Untuk tetap bertahan selama pandemi Covid-19, banyak pengusaha yang mulai memanfaatkan teknologi digital. Memasarkan produk melalui platform digital menjadi cara tepat untuk tetap mendapatkan keuntungan.

Namun, transformasi digital yang dilakukan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak pengusaha yang salah langkah karena tidak memiliki pemahaman yang dalam mengenai digital marketing.

Akademisi Universitas Parahyangan (UNPAR) sekaligus Direktur Pemasaran UNPAR+ Dianta Hasri memaparkan lima kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemasar digital atau pemilik bisnis yang baru terjun ke dunia digital.

  1. Salah pengertian
    Banyak orang berpikir bahwa posting produk di media sosial, seperti Instagram, merupakan pemasaran digital. Hal ini tidak sepenuhnya salah.

Namun, jika pengikut media sosial akun tersebut masih sedikit, jangkauan komunikasi masih terbatas. Dengan demikian, diperlukan iklan berbayar untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi.

  1. Tidak memiliki perencanaan media

Jangan berharap bisa mencapai target dalam sebuah kampanye iklan tanpa memiliki perencanaan sebelumnya.


Adapun perencanaan tersebut meliputi kampanye iklan yang dilakukan, jenis konten, sasaran audiens, media yang digunakan, waktu penerbitan iklan, dan indikator yang diperlukan untuk melihat efektifitas iklan yang digunakan. biaya yang digunakan untuk beriklan juga termasuk dalam perencanaan.

Salah satu pendekatan perencanaan pemasaran digital yang mudah dilakukan tetapi powerful adalah Diamond Model (Dianta Hasri, 2021).

Jadi, buatlah sebuah perencanaan yang sederhana, tetapi mencakup aspek-aspek yang sudah disebutkan. Hal tersebut bertujuan agar Anda dapat maksimal dalam menggunakan bujet iklan.

  1. Berekspektasi instan
    Banyak pemasar pemula berekspektasi tinggi terhadap setiap iklan digital yang baru dilakukan. Biasanya, mereka berharap langsung mendapatkan penjualan yang meningkat drastis, konsumen bertambah, atau terjadi re-purchasing dengan intensitas tinggi.

    Mengharapkan hal tersebut memang tidak ada salahnya. Namun, yang perlu diingat, konsep dari beriklan adalah berkomunikasi untuk memengaruhi.

 
Supaya konsumen terpengaruh dan akhirnya membeli produk, dibutuhkan waktu dan tahapan-tahapan. Pasalnya, konsumen digital sudah jeli melihat dan membandingkan satu produk dengan produk lain.

Oleh karena itu, Dianta menyarankan pemasar pemula menggunakan konsep funnel marketing atau pendekatan awareness, interest, desire, action (AIDA) dalam meningkatkan efektivitas iklan.

  1. Bergantung pada media sosial
    Dengan perencanaan dan pengetahuan yang sedikit terkait pemasaran digital, biasanya pemasar hanya bergantung pada iklan di media sosial, seperti Instagram dan Facebook. Padahal, saat ini tersedia berbagai jenis media digital yang bisa dimanfaatkan, seperti email marketing, location based messaging, dan bekerja sama dengan influencer.


Anda pun dapat mengenali dan memilih media digital yang tepat untuk melengkapi strategi digital produk yang dipasarkan.

  1. Tidak melakukan testing
    Satu hal penting sebelum beriklan adalah melakukan testing. Secara teknis, proses ini dikenal dengan istilah A/B testing.


Para pemasar dapat mencoba melemparkan dua buah iklan atau lebih dengan pesan yang sama tetapi konten atau desain yang digunakan berbeda. Hal ini bertujuan untuk melihat iklan mana yang menghasilkan lebih banyak reach, engagement, atau konversi.

Setelah menemukan konsep iklan yang pas dan paling efektif, barulah pemasar menggunakan materi tersebut untuk di-boosting lebih luas lagi.

Selain lima kesalahan tersebut, masih banyak hal yang perlu dipelajari oleh pengusaha mengenai pemasaran digital. Maka dari itu, Anda dapat mempelajarinya langsung secara online di UNPAR+.

UNPAR+ merupakan sebuah online course yang menawarkan berbagai macam pembelajaran dengan topik terkini untuk pengembangan diri Anda. Lewat platform ini, Anda juga bisa mendapatkan kursus dengan harga yang terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik di sini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau