Advertorial

Gelar Stadium General, IPDN Soroti Kontribusi Pemda dalam Memulihkan Ekonomi Nasional

Kompas.com - 26/02/2022, 12:22 WIB

KOMPAS.com - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar stadium general sesi kedua dengan mengusung tema “Upaya dan Inovasi Percepatan Pemulihan Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, Kamis (24/2/2022).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis ke-66 IPDN.

Pada acara tersebut, Rektor IPDN Hadi Prabowo menghadirkan sejumlah kepala daerah sebagai narasumber, di antaranya Wali Kota (Walkot) Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, dan Bupati Batu Bara Zahir.

Hadi mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk memberikan insight terkait upaya pemulihan ekonomi serta inovasi yang dilakukan pemerintah daerah (Pemda) di tengah pandemi Covid-19.

Stadium general tersebut diharapkan dapat menambah insight, baik bagi praja (peserta didik IPDN), aparatur sipil negara (ASN), maupun peserta, terutama terkait potensi-potensi daerah dari empat walkot dan bupati yang hadir sebagai narasumber,” ujar Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/2/2022).

Selain itu, lanjut Hadi, dipaparkan pula inovasi-inovasi dari setiap kepala daerah serta upaya percepatan pemulihan ekonomi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Ia menilai, sektor ekonomi merupakan tulang punggung kemajuan daerah, baik terhadap capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD, kontribusi capaian target Rencana Kerja Pemerintah (RKP), maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Hadi menambahkan, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini telah sejalan dengan proyeksi pemerintah pusat.

Oleh karena itu, seluruh pihak diimbau berpartisipasi aktif melalui berbagai upaya untuk mengakselerasi perekonomian nasional. Dengan begitu, Indonesia semakin maju.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 mencapai 3,69 persen.

Hadi mengatakan, hal itu merupakan alasan IPDN mengundang para kepala daerah berprestasi yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi selama pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, Makassar di bawah kepemimpinan Mohammad Ramdhan pada 2021 berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,65 persen. 

Kiprahnya dalam membangun Kota Makassar kini menjadi salah satu percontohan pembangunan di Tanah Air.

Sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Pemkab Batu Bara, dan Gorontalo mampu mempertahankan ekspor produk serta komoditas lokal di tengah pandemi Covid-19.

“Ekspor Kota Solo mencapai 15,57 persen, Kabupaten Batu Bara 13,71 persen, dan Gorontalo 10,97 persen. Ketiga daerah ini memiliki kemampuan yang baik dalam mempertahankan ekspornya di tengah pandemi,” jelasnya.

Hadi menambahkan, Indonesia saat ini masih menduduki peringkat ke-73 dari 193 negara yang berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif. Sementara, dari segi daya saing bisnis, Indonesia berada di posisi ke-37.

“Ada kenaikan ranking dari segi daya saing. Pada 2020, Indonesia berada di urutan ke-40 dari 64 negara. Sementara, pada 2021 berhasil naik di posisi ke-37. Daya saing digital Indonesia berada di urutan ke-53,” paparnya.

Skenario pemulihan ekonomi

Pada kesempatan yang sama, Nelson memaparkan desain skenario pemulihan ekonomi yang diimplementasikan di daerahnya selama pandemi Covid-19.

“Upaya tersebut kami wujudkan melalui penerapan pertanian terpadu, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kesehatan, serta transformasi birokrasi atau pemerintahan transformatif,” kata Nelson.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Pemkot Solo menggelontorkan dana bantuan sosial (bansos) dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Dok. IPDN Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Pemkot Solo menggelontorkan dana bantuan sosial (bansos) dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Sementara itu, Gibran memaparkan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemkot Solo dalam rangka pemulihan ekonomi.

Gibran menjelaskan, Kota Solo bergerak membentuk kota tangguh berbasis kearifan dan potensi lokal. Perluasan program vaksinasi dan pemulihan ekonomi merupakan prioritas utama Pemkot Solo di tengah pandemi Covid-19.

“Kami kebut vaksinasi melalui berbagai kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Percepatan vaksinasi, testing secara masif, tracing, treatment, serta pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu membentuk herd immunity yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi,” papar Gibran.

Selain itu, imbuh Gibran, Pemkot Solo juga menggelontorkan dana bantuan sosial (bansos) dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Tak hanya itu, Pemkot Solo juga memberikan bantuan berupa handphone untuk membantu pembelajaran online siswa-siswi sekolah di masa pandemi.

“Pemkot Solo juga meluncurkan UMKM digital dan pembayaran nontunai di 44 pasar tradisional dan modern,” tambah Gibran.

Setali tiga uang dengan Gorontalo dan Solo, Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga melakukan sejumlah upaya pemulihan ekonomi daerah dengan membangun dan memfasilitasi UMKM daerah.

Zahir mengatakan, Pemkab Batu Bara telah membangun pusat layanan usaha terpadu, rumah produksi bersama klaster cabai merah, serta memfasilitasi pemasaran produk UMKM.

“Pemkab Batu Bara juga menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjalin kemitraan dengan pelaku koperasi dan UMKM,” terang Zahir.

Demikian pula dengan Pemkot Makassar, berbagai inovasi juga diwujudkan Walkot Ramdhan, mulai dari 5.000 startup Lorong, 5.000 lorong wisata, dan incubator center.

“Ada pula virtual economic center, 1,5 juta quick response (QR) code penduduk, serta 300.000 QR code rumah,” kata Ramdhan.

Sebagai informasi, selain menggelar kegiatan stadium general, IPDN juga melaksanakan kegiatan vaksin massal di sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), seperti Batang, Kendal, dan Kota Semarang pada 26-28 Februari 2022.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau