Advertorial

Bangun Konektivitas Antarwilayah, Bupati Kediri Prioritaskan Pembangunan Jembatan Ngadi dan Jongbiru

Kompas.com - 08/03/2022, 11:19 WIB

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono memprioritaskan pembangunan dua jembatan yang menjadi penghubung antarwilayah.

Jembatan tersebut adalah Jembatan Ngadi yang terletak di Kecamatan Mojo dan Jongbiru di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Dua jembatan ini akan mulai dibangun pada 2022.

Mas Dhito, panggilan akrab Bupati Kediri, mengatakan bahwa kedua jembatan tersebut punya peran penting sehingga pembangunannya diprioritaskan. Kedua jembatan dapat menjadi penghubung antarwilayah yang telah lama terputus lantaran tak kunjung ada perbaikan.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri akan fokus pada jembatan yang memiliki nilai konektivitas dan kepentingan luas untuk masyarakat,” kata Mas Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (8/3/2022).

Di antara dua jembatan tersebut, lanjut Mas Dhito, Jembatan Ngadi akan dibangun terlebih dahulu. Pasalnya, jembatan ini sudah lima tahun mengalami kerusakan. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah membangun jembatan darurat di kawasan tersebut pada 2017.

Mas Dhito menambahkan, pembangunan jembatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung tersebut akan menghabiskan dana Rp 10,5 miliar.

Mas Dhito saat memberikan keterangan di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (7/3/2022).Dok. Pemkab Kediri Mas Dhito saat memberikan keterangan di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (7/3/2022).

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pembangunan Jembatan Ngadi, seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kepala Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kediri.

“Kami menyelesaikan dulu pembangunan Jembatan Ngadi. Kemudian, kami akan komunikasikan dengan pihak Pemprov Jatim untuk pembangunan Jembatan Mrican (Jembatan Jong Biru),” tutur Mas Dhito.

Untuk diketahui, Jembatan Ngadi memiliki panjang 47 meter dan lebar 8 meter. Pembangunan jembatan yang berdiri di atas Sungai Catut ini ditargetkan paling cepat selesai pada Desember 2022.

Pada kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kediri Irwan Chandra mengatakan, pembangunan Jembatan Ngadi sudah memasuki tahap proses tender pada Maret 2022. Setelah proses tender selesai, pihaknya akan langsung memulai pembangunan pada April 2022.

Mas Dhito saat melakukan koordinasi dengan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (7/3/2022).Dok. Pemkab Kediri Mas Dhito saat melakukan koordinasi dengan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (7/3/2022).

“Sekarang sedang dilakukan proses tender. Kalau tidak ada kendala, satu bulan lagi akan masuk tahap pelaksanaan konstruksinya,” ujar Irwan.

Sementara untuk Jembatan Jongbiru, lanjut Irwan, pihaknya akan fokus melebarkan dan membebaskan lahan di area jembatan tersebut selama 2022. Selanjutnya, pada 2023, pihaknya akan memulai pengerjaan konstruksi bawah jembatan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau