Advertorial

Pabrik Katalis Merah Putih Mulai Dibangun, Menteri ESDM Apresiasi Pertamina dalam Inisiasi Uji Coba

Kompas.com - 18/03/2022, 18:14 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI) memulai proyek pembangunan Pabrik Katalis Merah Putih pada Jumat (18/3/2022).

Proyek tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Pabrik tersebut diprediksi akan menghasilkan kurang lebih 800 ton katalis per tahun dari dua lini produksi. Dengan rincian, katalis hydrotreating sebesar 64 persen untuk keperluan Pertamina dan katalis oleochemical sebesar 36 persen untuk keperluan industri oleokimia di Indonesia.

Uji coba produksi katalis skala industri telah dilaksanakan di Kilang Dumai pada Juli 2020 dan menghasilkan produk Diesel 100 (D100) sebanyak 1.000 barrel per hari. 

Sebelumnya, uji kinerja Katalis Merah Putih dilakukan di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis (TRKK) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan pengujian skala pilot di fasilitas Research And Technology Innovation (RTI) Pertamina. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Arifin Tasrif mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Pertamina dan ITB untuk mewujudkan proyek Katalis Merah Putih.

“Kami sangat menghargai Pertamina dan ITB yang telah melanjutkan proses riset inovasi dan uji coba di Kilang Pertamina,” ujar Arifin dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

Arifin mendorong agar sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus dikembangkan dari proses inovasi menjadi industri. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan teknologi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemandirian di segala bidang. 

“Mudah-mudahan milestone seperti ini akan terus bergulir. Dengan demikian, Indonesia akan semakin berkembang untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang ada,” ujar Arifin.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Iman Rachman menjelaskan bahwa Pertamina menjadi bagian dari KSI melalui Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Lubricants. Pertamina juga terlibat penuh dalam setiap tahapan mulai dari proses pendirian dan komersialisasi perusahaan, hingga operasional pada 2023. 

“Pertamina berperan dalam memberi dukungan sumber daya manusia dengan melibatkan tenaga ahli dan riset produk,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Werry Prayogi berharap, kehadiran KSI dapat mengakselerasi produk-produk katalis, baik untuk kebutuhan industri domestik, kombinasi expertise, kapabilitas teknologi, maupun pemanfaatan captive market untuk pemenuhan kebutuhan katalis dalam negeri.

“Kami harap, di masa mendatang produk katalis karya anak bangsa mampu menembus pasar ekspor dan bersaing dengan produk-produk global player,” ujar Werry.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau