Advertorial

SMEEIIT Expo Yogyakarta Digelar, Berbagai Produk UMKM Binaan Jawara Patra dan Pagelaran Budaya Nusantara Ikut Meramaikan

Kompas.com - 30/03/2022, 07:45 WIB

KOMPAS.com – Small Medium Enterprises Investment Industry Trade and Tourism (SMEIITT) Expo kembali digelar pada Kamis (24/3/2022) hingga Minggu (27/3/2022). Perhelatan pada tahun ketiga ini berlangsung di Atrium Jogja City Mall, Yogyakarta.

Sebagai informasi, event tersebut digagas oleh PT Pelangi Internusa Mediatama yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan didukung oleh Komunitas Jawara Patra.

Komunitas yang disebut terakhir merupakan komunitas binaan yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, komite Jawara Patra berinisiatif mengajak anggota komunitas untuk tetap produktif.

Oleh sebab itu, anggota komunitas diberikan pembinaan mengenai ilmu kewirausahaan, pemasaran, produktivitas, dan sociopreneurship.

Setelah mengikuti rangkaian pembinaan tersebut, komite memilih komunitas Jawara Patra terbaik untuk merealisasikan ide usahanya.

Komunitas pun diberikan kesempatan oleh komite Jawara Patra untuk memperkenalkan produknya kepada publik dengan mengikuti pameran, seperti SMEIIT Expo.

Selain sebagai wadah perkenalan produk komunitas, SMEIITT Expo juga menjadi salah satu wujud nyata Jawara Patra dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan konsumsi nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Untuk diketahui, SMEIITT Expo menghadirkan stan berbagai produk unggulan dari UMKM binaan Jawara Patra, mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kerajinan Nusantara.

SMEIITT Expo menghadirkan stan berbagai produk UMKM unggulan, mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kerajinan nusantara.Dok. Jawara Patra SMEIITT Expo menghadirkan stan berbagai produk UMKM unggulan, mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kerajinan nusantara.

Terdapat 4 komunitas binaan Jawara Patra yang berpartisipasi. Yang pertama adalah Wahyu Turonggo Jaya. Komunitas ini membuat serta menjual beragam alat musik traditional khas Jawa Tengah, seperti bonang, gong kenong, dan kendang. Selanjutny adalah komunitas Dipta Yoga. Komunitas ini menyediakan pot tanaman dengan berbagai bentuk dan ukuran, serta pernak-pernik berkualitas terbaik dan harga yang bersahabat.

Komunitas ketiga adalah komunitas Maju Mapan. Komunitas ini membuat beragam minuman dari Jahe Merah yang dinamakan Jahe Jawara yang memiliki beragam khasiat untuk menjaga kebugaran tubuh seperti mencegah diabetes dan kolesterol, dan melancarkan pencernaan, serta meningkatkan stamina

Komunitas binaan Jawara Patra keempat yang berpartisipasi adalah Sri Gethuk. Komunitas ini membuat terobosan baru paket wisata yang menarik bagi wisatawan.

Tak hanya itu, beberapa UMKM lain yang juga membuka stan adalah Jajanan Tempoe Doloe, Bandeng Sastro, Batik Bangkalan, dan produk UMKM Kabupaten Karawang.

Perhelatan SMEIITT Expo juga semakin meriah dengan pertunjukan instrumental gamelan Jawa dari Komunitas Wahyu Turonggo Joyo, serta gelar budaya dari komunitas Kalimantan Barat, komunitas Batak, dan komunitas Jong Moluccas.

Adapun penampilan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT Narindum Kreativa Mediatama sebagai event management.

Jawara Patra berharap, SMEIITT Expo dapat menjadi wadah bagi masyarakat Yogyakarta untuk mengenal berbagai produk UMKM dan budaya Nusantara.

Lewat acara itu pula, para pengunjung diharapkan terus mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia.

Untuk mengetahui berbagai kegiatan komunitas Jawara Patra, Anda dapat mengikuti akun Instagram @jawara.patra dan Facebook Fan Page Jawara Patra.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau