Advertorial

Stok Solar Subsidi Aman, Pertamina Pastikan Kebutuhan Konsumen di Jateng-DIY Terpenuhi

Kompas.com - 31/03/2022, 20:18 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa ketersediaan stok produk bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman.

"Menurut pantauan kami, penyaluran Solar subsidi di Jateng dan DIY normal, lancar, dan terkendali hingga saat ini," ujar Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Kamis (31/3/2022).

Brasto memastikan bahwa stok solar bersubsidi tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen di Jateng dan DIY. Oleh karena itu, konsumen tidak perlu khawatir.

“Hingga saat ini, stok produk solar di Fuel Terminal Jateng dan DIY tercatat dengan ketahanan mencapai hampir 16 hari. Angka tersebut belum termasuk stok di kilang ataupun dalam pengantaran melalui kapal,” paparnya.

Brasto menjelaskan, penyaluran produk solar subsidi diatur oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), baik untuk pengaturan kuota maupun peruntukannya.

“Ada sebanyak 754 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah operasi kami yang ditetapkan untuk menerima alokasi penyaluran produk solar. (Sebanyak) 675 di antaranya (berada) di Jateng dan 79 di DIY,” terang Brasto.

Berdasarkan monitoring yang dilakukan Pertamina, saat ini, terdapat peningkatan konsumsi BBM Solar di tengah masyarakat. Peningkatan ini terjadi seiring dengan pemulihan dan peningkatan ekonomi.

“Kami mencatat rerata konsumsi harian solar subsidi yang disalurkan PT Pertamina Patra Niaga hingga akhir Februari 2022 di Jateng dan DIY berada di angka 5.833 kiloliter (kl) per hari. Angka tersebut 11 persen berada di atas rerata kuota harian tahun 2022, yaitu di angka 5.253 kl per hari,” tutur Brasto.

Kendati demikian, imbuhnya, Pertamina berkomitmen untuk tetap menyediakan solar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya bagi konsumen yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.

Pertamina pun mengimbau masyarakat umum, khususnya yang berasal dari kalangan mampu atau menengah ke atas, agar bijak dalam menggunakan produk BBM sesuai peruntukannya.

Hal tersebut perlu dipatuhi agar subsidi BBM dari pemerintah dapat tepat sasaran.

“Kami terus mendorong dan mengedukasi agar masyarakat lebih memilih BBM nonsubsidi dari Pertamina yang tentu kualitasnya lebih baik bagi mesin kendaraan dan lebih ramah lingkungan,” kata Brasto.

Sebagai informasi, BBM nonsubsidi jenis gasoline terdiri dari dua produk Pertamax Series, yaitu Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98). Sementara, BBM nonsubsidi jenis gasoil tersedia dalam dua jenis produk Dex Series, yakni Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53).

Untuk mendapatkan informasi mengenai produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat mengakses layanan call center di nomor 135.

Informasi tersebut juga dapat diketahui melalui aplikasi MyPertamina dan website www.pertamina.com.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau