Advertorial

Catat, Ini Tips Batasi Konsumsi Gula Harian pada Anak

Kompas.com - 02/04/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com – Setelah pemberian air susu ibu (ASI) selama enam bulan, seorang anak mulai dapat mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Dalam tahap ini, setiap orangtua akan mulai fokus memilih makanan dan minuman yang diberikan kepada buah hati. Hal ini dilakukan untuk memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi setiap hari.

Namun, tidak sedikit orangtua yang kurang atau lupa untuk mengontrol konsumsi gula pada makanan atau minuman yang diberikan pada anak. Terutama, pada anak yang sudah lulus ASI eksklusif dua tahun. 

Padahal, konsumsi gula berlebih akan menimbulkan sejumlah dampak kurang baik bagi kesehatan si kecil di kemudian hari.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan gula pada anak tidak lebih dari 10 persen total kebutuhan energi yang dibutuhkan. Sementara itu, mengacu pada angka kecukupan gizi (AKG) Indonesia, kebutuhan energi anak usia 1-3 tahun hanya 1.000 kilo kalori.

Maka dari itu, kebutuhan gula pada anak usia 1 tahun maksimal hanya 25 gram atau 5 sendok teh gula dalam satu hari. 

Pada anak usia 3-6 tahun, kebutuhan energinya rata-rata 1.550 kilo kalori. Maka, kebutuhan gulanya tidak lebih dari 38 gram atau 8 sendok teh gula per hari. 

Demi mendapatkan kesehatan jangka panjang, sebaiknya orangtua membatasi konsumsi gula pada anak. Untuk memudahkan upaya ini, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut.

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur
    Seperti diketahui, buah dan sayur mengandung vitamin serta serat yang dibutuhkan tubuh. Sayur dan buah juga mengandung gula alami yang dapat memenuhi kebutuhan gula pada anak.

    Buah dan sayur juga membantu anak merasa kenyang. Dengan demikian, keinginan untuk menyantap kudapan manis akan berkurang.

    Anda bisa menyajikan sayur dan buah yang berbeda setiap hari agar anak tidak bosan dan nutrisi yang didapatkan lebih kaya. 

  1. Mengurangi cemilan manis
    Cemilan seperti biskuit dan permen, mengandung gula yang tinggi. Bahkan, tidak sedikit makanan kemasan juga mengandung gula buatan yang tidak baik untuk tubuh. 

Hal yang sama juga berlaku pada minuman kemasan. Maka dari itu, Anda dapat mengurangi atau menyetop anak mengonsumsi makanan dan minuman kemasan. Ganti camilan anak dengan buah potong atau yogurt tanpa rasa.

  1. Membuat camilan sendiri
    Anda juga bisa membuat camilan sendiri untuk anak. Misalnya, bolu pisang kukus atau muffin

Meski tetap manis, kedua penganan tersebut relatif lebih sehat daripada makanan kemasan. Sebab, Anda tahu berapa banyak gula yang ditambahkan dalam proses membuatnya.

Jika tidak mau menambahkan gula, Anda bisa memilih gula alami yang terkandung dalam buah-buahan. Camilan pun tetap terasa lezat.

  1. Selalu cek kandungan gula pada produk yang akan dikonsumsi
    Rasanya tidak mungkin jika Anda benar-benar tidak membeli produk kemasan. Pasalnya, hampir semua makanan atau bahan makanan yang tersedia di pasaran kini dijual dalam bentuk kemasan. Besar kemungkinan, produsen telah menambahkan gula pada produk tersebut.

    Satu hal yang dapat Anda lakukan adalah selalu mengecek kandungan gula yang terdapat pada produk kemasan. Pilih produk yang mengandung kurang dari 10 persen gram gula.

 
Adapun salah satu produk kemasan yang akan sering dikonsumsi anak-anak terlebih selepas disapih adalah susu ultra high temperature (UHT). Setelah lulus ASI pada usia 2 tahun, banyak orangtua memilih memberikan susu UHT untuk anak sebagai sumber kalsium.

Untuk membatasi konsumsi gula, Anda bisa memilih produk susu yang mengandung gula lebih rendah, seperti Indomilk UHT Kids Less Sugar. Susu UHT ini punya rasa yang disukai anak-anak, yakni cokelat dengan kandungan gula 25 persen lebih rendah dibandingkan produk susu kemasan serupa. 

Meski lebih rendah gula, Indomilk UHT Kids tetap memiliki rasa manis yang pas dan disukai anak-anak. Dengan kemasan 115 ml, susu UHT ini mengandung sumber kalsium, tinggi fosfor dan vitamin D, serta sumber vitamin A, B1, dan B6 yang baik untuk anak-anak.

Dengan mengkonsumsi Indomilk UHT Kids Less Sugar, orangtua akan merasa tenang memberikan minuman bernutrisi lengkap dan aman untuk mendukung pertumbuhannya tanpa khawatir anak kelebihan gula.

Indomilk UHT Kids Less Sugar juga bisa menjadi jawaban tepat yang dipilih orangtua. Kini, orangtua bisa langsung mendapatkan Indomilk UHT Kids Less Sugar di official store Indomilk di e-commerce favorit, seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, JD.ID, KlikIndomaret dan Indomaret, dan Superindo.

Dapatkan informasi lebih lengkap dengan follow Facebook: Indomilk Kids dan Instagram @Indomilk.kids.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau