Advertorial

Singapura Buka Pintu Wisatawan, Kepala BP Batam: Jadi Nyawa Baru untuk Kedua Wilayah

Kompas.com - 03/04/2022, 10:02 WIB

KOMPAS.com – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengatakan, langkah Singapura membuka kembali pintu wisatawan melalui jalur Vaccinated Travel Framework akan mendorong kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi Batam pascapandemi Covid-19.

“Kebijakan tersebut menjadi nyawa baru dalam hubungan bisnis kedua wilayah yang sempat terkendala selama masa pandemi Covid-19 melanda,” ujar pria yang merupakan Wali Kota Batam tersebut, dikutip dari keterangan persnya, Minggu (3/4/2022).

Dia mengatakan itu saat berkunjung ke kantor Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng, Jumat (1/4/2022).

Lawatan Rudi dilakukan bertepatan dengan Reopening of Land Borders atau pembukaan perdana kembali perbatasan wilayah Singapura dan Batam–Indonesia yang dimulai hari itu.

Pada kesempatan itu, Rudi turut mengundang Tan See Long untuk melakukan perjalanan bisnis ke Batam.

Menteri Singapura yang ternyata merupakan putra asal Kundur, Tanjung Batu Karimun itu pun menyambut undangan tersebut. Ia berencana menikmati makanan laut bersama Rudi dalam kunjungan balasannya nanti.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan kehangatan. Senyum sumringah keduanya menandakan optimisme baru menyongsong jalinan bisnis yang siap kembali dirangkai, berbarengan dengan dibukanya jalur Singapura-Batam.

Kepala BP Batam berbincang empat mata dengan Menteri Kedua Luar Negeri Singapura Mohammad Maliki Bin Osman. Keduanya optimistis pembukaan jalur Singapura-Batam akan membawa ekonomi meroket bagi kedua negara. Dok. BP Batam Kepala BP Batam berbincang empat mata dengan Menteri Kedua Luar Negeri Singapura Mohammad Maliki Bin Osman. Keduanya optimistis pembukaan jalur Singapura-Batam akan membawa ekonomi meroket bagi kedua negara.

Setelah mengunjungi Menteri Tan See Leng, Rudi melanjutkan lawatan dan bertatap muka dengan Menteri Kedua Luar Negeri Singapura Mohamad Maliki Bin Osman.

Pada pertemuan tersebut, diskusi menguat pada kondisi pemulihan ekonomi Batam pascapendemi Covid-19 yang dibarengi meroketnya capaian ekonomi Batam, progres pembangunan yang merata, serta pembahasan pembukaan border antara Singapura-Batam.

Keduanya meyakini, terbukanya pintu Singapura-Batam bagi wisatawan dan perjalanan bisnis akan semakin melebarkan peluang dan geliat ekonomi di kedua wilayah.

Seperti diketahui, Singapura masih menjadi negara dengan jumlah investasi terbesar di Batam, disusul negara asal Eropa dan Jepang.

Berdasarkan Data Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang triwulan I sampai triwulan IV tahun 2021, Singapura mencatatkan total investasi 167.865,9 ribu dollar AS dengan total proyek 1.019.

"Dengan dibukanya jalur Singapura-Batam, kami optimistis, semua sektor akan kembali bangkit, dari pariwisata hingga industri. Perekonomian diharapkan akan terus meningkat. Investasi akan semakin menggeliat," kata Rudi.

Adapun Tan See Long menyoroti beberapa poin utama dari langkah BP Batam yang terus berinovasi, di antaranya menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang, progress pembangunan yang dilakukan secara masif, dan capaian positif ekonomi Batam selama pandemi.

“Kami mengapresiasi apa yang tengah disiapkan Batam selama pandemi berlangsung. Dalam KEK Kesehatan, kami tentu berharap dapat mengambil peran,” ungkapnya.

Tan juga mengatakan, pihaknya akan mencoba merekomendasikan rumah sakit yang sesuai untuk bisa berkolaborasi dengan Batam.

Dia juga memuji capaian ekonomi Batam. Saat pandemi Covid-19 melanda, perekonomian Batam justru meroket pada 2021, bahkan mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional dan Kepulauan Riau (Kepri).

Capaian pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 4,75 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 3,69 persen, dan Kepri sebe?sar 3,43 persen.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak turut membahas permasalahan harga logistik (port to port).

Sebagai bentuk tindak lanjut, keduanya sepakat akan membahas secara khusus bersama Economic Development Board (EDB) dan Marine Port Authority (MPA) pada lawatan mendatang.

Untuk diketahui, per 1 April 2022, semua wisatawan yang sudah divaksinasi lengkap dapat menikmati perjalanan bebas karantina ke Singapura dengan cukup melakukan tes antigen sebelum keberangkatan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau