Advertorial

Atasi Permasalahan Jalan, Mas Dhito Minta Satker Hilangkan Ego Sektoral

Kompas.com - 05/04/2022, 19:01 WIB

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta satuan kerja (satker) di pemerintahannya menghilangkan ego sektoral dalam menangani pembangunan jalan.

Saat bertemu dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mas Dhito, begitu sapaan akrabnya, mengingatkan dinas tersebut agar bisa berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri dalam menangani pekerjaan jalan.

Mas Dhito mengatakan, ia ingin pengerjaan jalan diimbangi juga dengan penerangan jalan umum (PJU) yang ditangani Dinas Perkim.

Sebab, lanjut Mas Dhito, selain persoalan jalan, penerangan yang minim juga berisiko mengakibatkan kecelakaan.

"Perlu dipahami betul, hilangkan ego sektoral. Percuma kalau jalannya sudah mulus, sudah bagus, tapi tidak ada lampunya. (Pengerjaan jalan) akan sia-sia juga," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/4/2022).

Mas Dhito mengaku prihatin dengan kondisi jalan di Kabupaten Kediri yang banyak mengalami kerusakan. Bahkan, ia mengaku sering menerima keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan.

"Tiga bulanan ini, titik puncak masyarakat mengeluhkan masalah jalan," katanya.

Mas Dhito mengatakan, ketika melakukan kunjungan ke daerah, sopir pribadinya kerap berbelok mencari rute lain untuk menghindari jalan yang rusak

Namun, ia menyadari, menghindari jalan rusak tidak akan membuatnya mengetahui langsung tingkat kerusakan jalan yang ada di Kabupaten Kediri.

"(Peristiwa) itu (terjadi) enam bulan lalu. Saya bilang, mulai hari ini, saya mau melewati jalan yang rusak. (Ternyata), jalannya memang rusak betul," ujarnya.

Menyikapi kebijakan pemerintah pusat yang membolehkan mudik pada Lebaran 2022, Mas Dhito meminta agar ruas jalan yang mengalami kerusakan segera diperbaiki.

Saat ini, ada beberapa titik jalan di Kabupaten Kediri yang sedang difokuskan untuk diperbaiki dengan segera. Titik perbaikan tersebut meliputi jalur Banjarmlati-Mojo di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, dan jalur Bogo-Kunjang di Desa Ngino, Kecamatan Plemahan.

Titik selanjutnya adalah ruas jalan sekitar jalur Wates-Bedali, Bundaran Wates. Kerusakan ruas jalan tersebut banyak dikeluhkan, baik melalui media sosial maupun aplikasi Halo Mas Bup.

"Tiga titik ini kami fokuskan selesaikan. Kalau bisa, sebelum Lebaran," ujar Mas Dhito.

-Dok. Humas Pemkab Kediri -

Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri Irwan Chandra menyampaikan bahwa perbaikan ruas jalan pada tiga titik lokasi tersebut bersifat sementara untuk mengantisipasi mudik Lebaran.

Pasalnya, seluruh paket pengerjaan perbaikan saat ini masih dalam proses tender. Pengerjaan ruas jalan pun diperkirakan baru terlaksana setelah Lebaran.

"Kami lakukan penambalan dulu (untuk) sementara. Nanti, setelah Lebaran, baru dilakukan perbaikan total," tutur Irwan.

Irwan menyampaikan, total anggaran yang digunakan untuk pengerjaan perbaikan jalan usai Lebaran sebesar Rp 18,2 miliar. Anggaran ini juga mencakup pembangunan jalan akses bandara dan jalur tambang.

"Untuk pembangunan jalan ini (akses bandara dan jalur tambang). Jalan yang dulunya masih tanah, kami bangun," ujar Irwan.

Selain itu, untuk pemeliharaan berkala jalan, dana yang dianggarkan sebesar Rp 35,6 miliar. Lalu, anggaran pembangunan jalan kabupaten sebesar Rp 6,7 miliar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau