KOMPAS.com - Ramadhan selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu banyak orang di Indonesia. Sebab, bulan ini menjadi simbol kesabaran dan toleransi seseorang.
Tak hanya itu, Ramadhan pun dinilai jadi momen yang dapat menyatukan banyak orang untuk saling terhubung.
Oleh karena itu, tak salah jika dalam sektor pemasaran, Ramadhan dianggap sebagai waktu yang tepat bagi brand untuk terhubung lebih jauh dengan audiensnya.
Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, Ramadhan kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai ajang mencari hiburan secara digital, baik untuk mendapatkan informasi melalui media online maupun menonton secara daring.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) dan Emtek Digital, terlihat bahwa peningkatan jumlah pembaca daring di media online mencapai 18 persen selama Ramadhan. Sementara itu, layanan over the top (OTT) yang sudah menjadi platform digital favorit untuk menonton juga mengalami peningkatan durasi menonton hingga 154 persen.
Tak hanya itu, berbagai perubahan pola hidup pun terjadi saat Ramadhan. Hal ini terjadi karena orang-orang menyesuaikan pola hidup untuk melaksanakan kewajiban berpuasa. Contohnya, sahur dan berbuka puasa.
Perubahan pola juga terlihat pada masyarakat dalam membaca media online dan menonton secara daring. Hal ini terlihat dari jumlah audiens yang mengalami kenaikan pada pukul 02.00 hingga 04.00 dini hari dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Saat berpuasa, audiens menghabiskan waktu lebih banyak untuk membaca media digital pada siang. Aktivitas ini dijalankan untuk menggantikan kegiatan makan siang. Tak hanya itu, jumlah penonton daring yang biasanya meningkat pada pukul 17.00 atau saat jam pulang kerja pun bergeser menjadi pukul 19.00 hingga 20.00 atau setelah waktu berbuka puasa.
Esensi Ramadhan dan dampaknya pada media digital
Pada dasarnya, Ramadhan merupakan waktu yang tepat bagi umat islam untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan berbuat baik antarsesama.
Rupanya, esensi Ramadhan itu tecermin pada pencarian konten di media online oleh pembaca. Konten-konten religius mengalami pertumbuhan pembaca selama Ramadhan.
Selain konten religius, resep makanan pun menjadi konten yang paling banyak dicari dan dibaca selama Ramadhan.
Tak hanya itu, menonton ternyata juga menjadi hiburan yang paling relevan karena tidak menguras tenaga. Terlebih, saat ini, masyarakat dapat menonton melalui OTT di mana pun selama memiliki akses internet.
Konten hiburan, seperti news, entertainment, dan sports, menjadi konten yang paling diminati penonton dan pembaca daring selama bulan Ramadhan.
Sementara, original series atau serial TV yang memiliki fokus konten pada kebersamaan, berkah, dan kasih sayang juga sangat bergema di hati konsumen. Dengan demikian, brand yang memanfaatkan konten media seputar tema-tema tersebut dapat terhubung dengan cara yang lebih dalam dengan konsumen.
Perilaku belanja digital meningkat
Tak hanya perubahan pola konsumsi media, perilaku belanja masyarakat selama bulan Ramadhan di masa pandemi pun mengalami perubahan.
Alokasi belanja online, misalnya, mengalami peningkatan hingga 24 persen. Sementara, belanja offline mengalami penurunan hingga 47 persen. Hal ini tecermin dari pertumbuhan transaksi pada e-commerce yang mencapai 7 persen.
Seperti diketahui, Ramadhan merupakan festival belanja tahunan terbesar bagi masyarakat Indonesia. Mengingat berpuasa memakan waktu setengah hari, banyak orang ingin menjalankan puasa dengan berbagai hal yang dapat menghabiskan waktu hingga saatnya berbuka.
Hal tersebut terbukti dari data e-commerce yang menemukan bahwa kategori hobi dan koleksi mengalami pertumbuhan transaksi tertinggi selama Ramadhan. Transaksi ini meningkat 10 persen lebih tinggi dari biasanya.
Begitu pula dengan kategori games yang transaksinya turut meningkat hingga 6 persen dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Berdasar data tersebut, diiringi pertumbuhan konsumsi digital yang tinggi, Ramadhan menjadi momen yang tepat bagi brand untuk terhubung dengan audiens.
Terlebih, dengan adanya perubahan pola hidup selama Ramadhan, pemanfaatan berbagai platform online merupakan pilihan yang tepat untuk terhubung secara lebih jauh, yakni melalui media online, OTT, dan e-commerce.