Advertorial

Dapat Bantuan Sekolah Gratis dari Mas Dhito, Tangis Bahagia Fia Tak Terbendung

Kompas.com - 25/04/2022, 08:22 WIB

KOMPAS.com – Tangis bahagia Siti Maghfirotus Sholehah tak terbendung saat menceritakan cita-cita sang ayah yang ingin anak-anaknya dapat melanjutkan sekolah.

Cita-cita sang ayah, Zaenal, semakin nyata saat anaknya yang akrab dipanggil Fia ini mendapatkan bantuan sekolah gratis dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Sunarko, secara langsung mendatangi rumah Zaenal guna menindaklanjuti tawaran Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Hanindhito.

Pada kesempatan itu, Sujud menanyakan kembali perihal keputusan Fia memilih sekolah mana yang akan menjadi tujuannya melanjutkan pendidikan. Sebab, pihaknya telah berkoordinasi dengan cabang dinas pendidikan provinsi untuk memberikan pilihan kepada Fia.

“Saya sudah koordinasi dengan kepala cabang dinas pendidikan provinsi, Fia ini kita beri pilihan yang terdekat yang mana,” jelas Sujud, dalam keterangan pers yang diterima oleh Kompas.com, Minggu (24/4/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Sunarko, secara langsung mendatangi rumah Zaenal guna menindaklanjuti tawaran Mas Dhito mengenai pemberian bantuan sekolah gratis, Jumat (22/4/2022). DOK. Pemkab Kediri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Sunarko, secara langsung mendatangi rumah Zaenal guna menindaklanjuti tawaran Mas Dhito mengenai pemberian bantuan sekolah gratis, Jumat (22/4/2022).

Lebih lanjut, pihaknya memastikan bahwa pemerintah daerah (Pemda) akan menanggung seluruh biaya sekolah Fia hingga lulus.

“Biaya sekolah Fia akan ditanggung sampai lulus SMA dan biaya sekolah adiknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas enam akan ditanggung juga,” katanya.

Fia mengaku telah memilih Sekolah Menengah Atas (SMA) Mardiutomo, Kecamatan Tarokan sebagai sekolahnya mulai tahun ajaran baru 2022-2023.

“Saya pilih SMA Mardiutomo di Kecamatan Tarokan karena jarak tempuh antara rumah dan sekolah dekat,” ungkap gadis berusia 17 tahun itu.

Tangis haru Fia kembali pecah kala menceritakan bagaimana semangatnya dapat kembali bersekolah dan mewujudkan cita-cita sang ayah.

“Salah satu cita-cita Bapak melihat anaknya terus sekolah hingga perguruan tinggi,” tutur Fia.

Sebagai informasi, satu setengah tahun lalu, Fia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah karena ingin membantu keluarga memenuhi kebutuhan ekonomi dengan menjadi pelayan di salah satu rumah makan bersama kakaknya.

“Saya ucapkan terima kasih ke Bupati Dhito, masih nggak menyangka dan senang banget karena bisa sekolah lagi,” ungkapnya.

Selain itu, keluarga Zaenal juga berkesempatan mendapat bantuan renovasi rumah dari program bedah rumah yang dicetuskan oleh Mas Dhito.

Teaser: Tangis haru Fia tak terbendung kala mendapatkan bantuan sekolah gratis dan dapat mewujudkan cita-cita sang ayah dari Bupati Kediri Mas Dhito

Tags: Bupati Dhito, Bupati Kediri, Kabupaten Kediri, bantuan bedah rumah, sekolah gratis, Bupati Hanindhito, SMA Mardiutomo, pendidikan, kebutuhan ekonomi, tangis haru,

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau