Advertorial

3 Takjil Buka Puasa Favorit Selama Ramadhan

Kompas.com - 26/04/2022, 16:24 WIB

KOMPAS.com – Salah satu godaan selama berpuasa adalah keinginan menyantap berbagai jenis makanan saat berbuka puasa. Namun, pada kenyataannya, tidak semua makanan yang tersedia di meja dapat disantap sampai habis.

Biasanya, umat Islam memilih buah kurma untuk takjil yang mudah dan simpel. Selain menjalankan sunah nabi, kurma dipilih karena memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, seperti sumber energi, melancarkan pencernaan, dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Selain buah kurma, tiga takjil berikut juga biasa menemani masyarakat Indonesia saat berbuka puasa.

  1. Kolak
    Kolak adalah makanan penutup khas Indonesia yang biasa menjadi pilihan takjil buka puasa masyarakat. Rasanya yang manis dapat memanjakan lidah seseorang yang berpuasa seharian.

    Umumnya, kolak berisikan bahan-bahan yang memiliki nutrisi penting bagi tubuh. Kolak pisang menjadi penganan paling mudah ditemukan selama Ramadhan. Seperti diketahui, pisang mengandung kalium, magnesium, serat, vitamin C, dan berbagi antioksidan.

Selain pisang, isian kolak juga terdiri dari ubi, singkong, dan kolang-kaling. Isian tersebut akan melengkapi nutrisi bagi tubuh.

Meski demikian, kolak tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, konsumsi gula dan santan yang menjadi bahan utama kolak harus dibatasi.

Maka dari itu, kamu bisa membuat kolak sendiri dan mengganti gulanya dengan Tropicana Slim Gula Jawa. Gula rendah kalori ini cocok dipakai untuk penderita diabetes atau yang sedang diet rendah kalori.

  1. Es buah

Rasa manis dan segar pada minuman ini dapat melepas dahaga seharian. Dua rasa tersebut membuat es buah menjadi takjil favorit masyarakat.

Seperti namanya, es buah berisi bermacam-macam buah, misalnya blewah, melon, buah naga, mangga, dan stroberi. Kandungan di dalam buah-buahan tersebut juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh.

Selain buah, sirup atau air gula ditambahkan pada es buah untuk memberikan rasa manis. Jika ingin terasa berbeda, sirup atau air gula bisa diganti dengan Nutri Sari.

Nutri Sari memiliki berbagai rasa, seperti sweet orange, semangka, nanas, blewah, jeruk peras, dan markisa yang cocok digunakan untuk es buah.

  1. Gorengan

Setelah minuman manis, makanan yang digoreng atau biasa disebut gorengan juga menjadi takjil favorit masyarakat Indonesia. Sebut saja, pastel, bakwan, mendoan, risoles, dan lumpia. Makanan-makanan ini banyak dijumpai di meja makan saat berbuka puasa.

Sebenarnya, gorengan boleh-boleh saja dikonsumsi saat buka puasa. Hanya saja, konsumsinya harus dibatasi. Sebab, konsumsi gorengan dalam jumlah banyak dapat memicu mag.

Selain itu, konsumsi gorengan terlalu banyak juga dapat membuat tenggorokan kering. Sebab, lemak berlebih yang terserap pada gorengan bisa membuat tenggorokan iritasi.

Itulah tiga takjil favorit masyarakat Indonesia selama Ramadhan. Agar lebih sehat, kamu bisa mengolah sendiri takjil untuk berbuka puasa. Selain terjaga kebersihannya, kamu juga dapat memilih bahan-bahan berkualitas untuk takjil.

Untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut, kamu bisa membelinya secara online melalui Tokopedia. Selama puasa, kamu bisa memanfaatkan kampanye Tokopedia Ramadan Ekstra.

Salah satu official store yang ikut meramaikan kampanye tersebut adalah Nutri Mart. Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan dari Nutri Mart, seperti Tropicana Slim, Nutri Sari, Hilo Teen, Localate, dan L-Men, dengan beragam promo menarik yang ditawarkan.

Salah satunya, Semarak Kejutan Sore yang merupakan program flash sale toko setiap Senin, Kamis, dan Sabtu pada pukul 16.00 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik tautan berikut ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau