Advertorial

Jadi Penyebab Kematian Nomor Dua di Indonesia, Begini Cara Sederhana Cegah Kanker Serviks

Kompas.com - 27/04/2022, 10:19 WIB

KOMPAS.com – Kanker serviks merupakan jenis kanker dengan jumlah angka kejadian dan kematian paling banyak kedua yang diderita wanita Indonesia, setelah kanker payudara.

Studi Global Burden of Cancer Study (Globocan) menyebutkan, Indonesia memiliki 36.633 kasus baru kanker serviks dengan jumlah kematian sebanyak 21.003 kasus pada 2020.

Kanker yang menyerang sel-sel di leher rahim itu disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Umumnya, HPV ditularkan dari satu orang ke orang lain saat berhubungan intim.

Selain infeksi HPV, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks adalah klamidia, merokok, kegemukan, riwayat keluarga yang terkena kanker serviks, mengonsumsi pil kontrasepsi, dan hamil pertama kali saat berusia di bawah 17 tahun.

Pada stadium awal, kanker serviks umumnya tidak menunjukkan tanda atau gejala. Gejala baru akan dirasakan ketika sel kanker sudah berkembang lebih besar.

Adapun gejala umum yang sering muncul pada penderita kanker serviks adalah pendarahan pada vagina setelah melakukan hubungan seksual, keputihan encer dan berdarah yang dapat berbau, serta nyeri, termasuk nyeri panggul saat melakukan hubungan seksual.

Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV. Sebagai informasi, vaksin ini dapat bekerja optimal ketika diberikan sebelum seseorang melakukan kontak seksual dengan orang lain.

Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks adalah melakukan deteksi dini atau skrining.

Tes skrining yang dilakukan meliputi tes pap smear dan DNA HPV. Tes ini berguna untuk mendeteksi sel-sel abnormal pada serviks, termasuk sel kanker dan sel prakanker, yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.

Selain itu, kanker serviks juga bisa dicegah dengan sejumlah cara sederhana, seperti melakukan hubungan seksual yang aman dengan pasangan sah, menghindari rokok, berolahraga, serta menerapkan pola makan sehat dengan teratur guna menjaga stamina dan sistem kekebalan tubuh.

Hal lain yang juga tak kalah penting adalah menjaga kebersihan organ intim, terutama ketika sedang menstruasi atau keputihan.

Sebagai informasi, vagina memiliki kadar keasaman atau pH sekitar 3,8 sampai 4,5. Angka ini lebih rendah ketimbang bagian tubuh lain.

Untuk itu, wanita disarankan untuk membersihkan vagina secara berkala menggunakan air mengalir. Saat membasuh area intim, lakukan dari bagian depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke vagina. Hindari pula menggosok area intim.

Demi menjaga kadar keasaman, kamu juga bisa menggunakan pembersih area kewanitaan. Pastikan kamu memilih pembersih daerah intim secara tepat.

Pasalnya, sejumlah pembersih area kewanitaan justru dapat mengiritasi dan menginfeksi organ reproduksi, menyebabkan vagina kering dan sakit, serta memicu penyakit radang panggul.

Saat ini, berbagai produk pembersih area kewanitaan bisa didapatkan dengan mudah melalui marketplace, seperti Tokopedia.

Melalui marketplace tepercaya itu, kamu bisa membeli berbagai produk sabun kewanitaan dengan kualitas dan harga terbaik, terlebih jika kamu memanfaatkan promo pada program flash sale.

Agar lebih hemat, Tokopedia juga menawarkan program gratis ongkos kirim (ongkir) ke seluruh Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau