Advertorial

Enesis Group Dukung Kemenhub Wujudkan Mudik Aman Mudik Sehat 2022

Kompas.com - 06/05/2022, 15:47 WIB

DEPOK, KOMPAS.com – Kegiatan mudik gratis bertajuk "Mudik Aman Mudik Sehat 2022" yang digelar Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi dimulai pada Kamis (28/4/2022).

Sebanyak 3.000 pemudik diberangkatkan dari Terminal Jatijajar, Depok. Acara terselenggara atas kerja sama Kemenhub dengan perusahaan penyedia produk kesehatan Enesis Group.

Adapun seremoni peresmian acara dihadiri oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Wali Kota Depok Mohammad Idris, serta Chief Sales and Marketing Officer Enesis Group Ryan Tirta Yudhistira.

Enesis mendukung program tersebut dengan memberikan 65.000 healthy kit yang berisi hand sanitizer Antis, losion nyamuk Soffel, minuman kesehatan Amunizer dan Adem Sari, pewangi pakaian Kispray antikuman, serta minyak angin Plossa.

Sebagian healthy kit juga dibagikan secara langsung kepada pemudik dan pengemudi bus oleh Budi Karya dan Muhadjir sembari melakukan peninjauan.

Tak hanya itu, Enesis juga mendirikan posko yang menjual produk-produk kesehatan tersebut untuk mendukung kesehatan pemudik selama perjalanan

"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Enesis. Semoga, Enesis tetap dipercaya untuk mendukung program-program pemerintah ke depannya,” ujar Ryan Tirta, Kamis.

Sambut momentum mudik gratis

Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan healthy kit kepada pengemudi busDok. KOMPAS.com/Siti Sahana Aqesya Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan healthy kit kepada pengemudi bus

Dalam kesempatan itu, Budi Karya mengimbau seluruh pihak untuk menyambut momentum mudik gratis sebaik mungkin. Ia pun berterima kasih atas keterlibatan Enesis.

"Program mudik gratis dapat menjadikan lalu lintas (pada momen mudik) lebih lengang karena sistemnya yang compact. Artinya, dengan banyaknya pemudik, jumlah kendaraan tetap sedikit karena masyarakat menggunakan bus alih-alih kendaraan pribadi," ujar Menhub.

Ia juga mengimbau pada perusahaan-perusahaan yang lain untuk melakukan hal sama.

“Masih ada tiga hari (menuju Lebaran). Kepada perusahan-perusahan (yang lain), tolong berikan corporate social responsibility (CSR) berupa fasilitas mudik gratis kepada seluruh karyawannya,” tambah Budi Karya.

Pada kesempatan sama, Muhadjir pun menyatakan dukungannya dengan ikut menyambut baik momentum mudik gratis Lebaran 2022.

“Setelah dua tahun menahan diri tidak mudik, inilah saatnya memanfaatkan momentum untuk mewujudkan mudik yang aman dan sehat. Aman, berarti perjalanan pemudik sampai tujuan dengan gembira dan sehat, (sampai pulang nanti) tidak membawa 'oleh-oleh' Covid-19,” ujar Muhadjir.

Kontribusi Enesis Group tersebut diapresiasi Dirjen Budi Setiyadi. Ia berterima kasih kepada Enesis karena sudah mendukung kegiatan pemerintahan sejak awal pandemi Covid-19.

“Salah satu target kami dalam Lebaran kali ini (adalah) menyangkut keselamatan masyarakat dari virus Covid-19. Artinya, masyarakat jangan lupakan protokol kesehatan (prokes). Ini diterjemahkan oleh Enesis dengan dukungan dan pemberian produk menyangkut keselamatan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau