Advertorial

Rahasia Bisnis Arah Coffee Bisa Berkembang di Tengah Pandemi

Kompas.com - 11/05/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar bisnis mengalami penurunan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Arah Coffee. Merek kopi kekinian yang didirikan pada 2018 ini justru berkembang pesat.

Hingga kini, Arah Coffee telah memiliki lebih dari 50 cabang neighborhood, satu community store, dan dua iconic store di seluruh Indonesia.

Head of Growth Arah Coffee Felix Fernando mengatakan, membangun sebuah bisnis kemitraan di tengah pandemi tak bisa dilakukan dengan mengandalkan ide saja. Arah Coffee sendiri dibangun di atas sebuah cerita dan banyak pelajaran.

Entrepreneur biasanya langsung membangun bisnis ketika sudah dapat ide. Namun, hal tersebut tidak bisa (dilakukan) setengah-setengah. Merek yang kami buat harus punya cerita dan perlu ada learning market (mempelajari pasar),” ujar Felix dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (10/5/2022).

Felix melanjutkan, ada tiga nilai yang ia pertahankan dalam membangun bisnis Arah Coffee hingga berkembang besar.

  1. Nilai produk

Felix mengatakan, semua brand harus memiliki nilai produk yang sesuai dengan visi dan misinya. Salah satu misi Arah Coffee adalah berkontribusi pada komunitas (give back to community). Misi ini terbangun dari sebuah nilai bernama see the goodness”.

Komposisi dalam sajian kopi besutan Felix itu juga untuk menyejahterakan petani kopi Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar kelima di dunia.

  1. Menjunjung tinggi mitra

Kunci keberhasilan Arah Coffee juga berasal dari kontribusi para mitra (partnership).

Bahkan, menurut Felix, mitra-mitra tersebut menjadi penyokong bisnisnya saat pandemi Covid-19 karena memberi masukan serta ide-ide cemerlang.

Oleh karena itu, terbangun kolaborasi apik antara Arah Coffee dan para mitra dalam menghadapi badai pandemi Covid-19.

  1. Fokus pada konsumen

Untuk membangun sebuah bisnis, kata Felix, dibutuhkan customer experience. Artinya, segala keputusan pembuatan produk harus berbasis pada orientasi konsumen.

Felix menambahkan, penting untuk memiliki database konsumen. Di Arah Coffee, data konsumen bisa dimanfaatkan untuk berbagai perluasan bisnis, seperti pembukaan cabang baru yang lebih teranalisis.

Selain itu, Arah coffee juga mencetuskan sarana saran dan kritik melalui Arah Virtual Assistance (AVA).

“Kami bisa bertindak membuka cabang baru dengan lokasi mirip yang sesuai dengan database. Dengan begitu, analisis pemilihan lokasi terarah dan risikonya jadi jauh lebih kecil,” ujar Felix.

Felix melanjutkan, pemilihan lokasi, manajemen risiko, dan pengembangan produk, ditentukan berdasar pada riset serta kebutuhan konsumen.

Arah Coffee juga memiliki sistem partnership yang dikembangkan dengan pola manajemen terpusat. Dengan begitu, para partner tidak perlu risau mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan operasional outlet dan pengembangan bisnisnya. Mereka pun dapat berfokus pada rutinitas masing-masing.

Untuk diketahui, hingga 2022, Arah Coffee telah memiliki lebih dari 50 store yang tersebar di Pulau Jawa.

“Target yang ingin dicapai saat ini sebanyak 80 store,” ujar Felix.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau