Advertorial

Bank Transfer dan E-Wallet Jadi Metode Pembayaran Populer bagi Pengguna BukuWarung

Kompas.com - 17/05/2022, 09:30 WIB

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 yang melanda selama 2 tahun terakhir membawa perubahan terhadap gaya hidup dan perilaku masyarakat. Demi mengurangi penyebaran virus corona, aktivitas fisik pun beralih ke aktivitas virtual, termasuk dalam bertransaksi.

Laporan Statistik E-Commerce 2021 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa transfer bank merupakan salah satu metode pembayaran yang paling sering digunakan oleh pelaku e-commerce, selain metode cash on delivery (COD)

Sebanyak 16,33 persen dari 11.928 pelaku bisnis e-commerce paling sering menggunakan metode pembayaran transfer bank, baik melalui anjungan tunai mandiri (ATM), mobile banking, maupun internet banking.

Untuk diketahui, laporan Statistik E-Commerce 2021 disusun berdasarkan survei yang dilakukan di 34 provinsi yang mencakup 303 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Kondisi serupa juga terjadi pada platform layanan pembukuan keuangan usaha, BukuWarung. Data internal BukuWarung menunjukkan bahwa 93,3 persen dari lebih 7 juta pengguna BukuWarung melakukan transaksi melalui transfer antarbank, baik lewat mesin ATM, mobile banking, maupun internet banking.

Head of Product Marketing BukuWarung Irwansyah Fansury mengatakan, berkat kemajuan teknologi dan inovasi yang dilakukan oleh penyedia layanan perbankan serta non-perbankan, pengguna BukuWarung memiliki berbagai pilihan bertransaksi secara contactless dan cashless.

“Metode tersebut berperan besar dalam upaya mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Kami memperkirakan, tren ini akan terus berlanjut. Pasalnya, masyarakat mulai beradaptasi dengan berbagai kebiasaan baru selama pandemi, termasuk dalam bertransaksi,” ujar Irwansyah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (13/5/2022).

Sebagai penyedia solusi pencatatan keuangan usaha bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), BukuWarung menyediakan berbagai layanan keuangan cashless, seperti pembayaran digital, scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), serta Buy Now Pay Later. Layanan keuangan ini dapat membantu pedagang menjaga suplai barang dan pinjaman modal.

Sementara itu, popularitas transaksi menggunakan dompet digital (e-wallet) juga berangsur meningkat. Selama kuartal IV 2021, tercatat 5,3 persen transaksi yang terjadi di BukuWarung menggunakan e-wallet.

Hal tersebut juga sejalan dengan laporan bertajuk “Boku: 2021 Mobile Wallets Report milik perusahaan penyedia solusi pembayaran mobile yang berbasis di London, Inggris.

Laporan itu menyebutkan bahwa penetrasi e-wallet di Indonesia diprediksi akan berkembang hingga tiga kali lipat dalam lima tahun mendatang dengan transaksi yang diperkirakan tumbuh hingga 10 kali lipat.

Secara rinci, laporan tersebut menemukan bahwa penetrasi e-wallet di Indonesia berada pada level 25,6 persen dengan jumlah pengguna mencapai 63,6 juta dan volume transaksi sebesar 1,7 miliar pada 2020. Adapun nilai transaksi dengan e-wallet mencapai 28 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Pada 2025, jumlah pengguna akan meningkat hingga 202 juta atau 76,5 persen dari total populasi.

Sementara itu, volume transaksi diprediksi akan mencapai 16 miliar dengan nilai transaksi sebesar 107 miliar dollar AS.

Selain melalui transfer antarbank dan e-wallet, 1,3 persen pengguna BukuWarung juga tercatat mulai mengadopsi penggunaan QRIS pada Januari 2022 sebagai metode pembayaran. Kemudian, 1,4 persen pengguna lain memilih transaksi melalui retail outlet Alfamart.

Untuk diketahui, pergeseran transaksi tersebut juga terekam dalam studi bertajuk “Economic Outlook 2022-Melanjutkan Pemulihan Ekonomi dengan Kewaspadaan” yang dipublikasikan oleh BRI Research Institute. Studi ini menunjukkan bahwa 45 persen dari sekitar 65 juta pelaku UMKM di Indonesia mulai beralih ke transaksi nontunai pada 2020.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.