Advertorial

Wakili Generasi Muda, HIPIS Kabupaten Sidoarjo Dukung Puan Maharani Maju Pilpres 2024

Kompas.com - 23/05/2022, 09:02 WIB

KOMPAS.com - Dukungan untuk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.

Pada Mei 2022, misalnya, Himpunan Pekerja Industri Millenial’s (HIPIS) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), turut menyuarakan dukungannya terhadap Puan.

Deklarasi dukungan HIPIS terhadap Puan dilakukan usai melakukan kongko bersama seluruh anggota HIPIS di Momentum Coffee Lap N’ Consultant, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Sebanyak 50 anggota HIPIS turut hadir dalam acara tersebut. Mereka bersepakat mendukung Puan maju dalam Pilpres 2024.

Ketua HIPIS Alfian Nafi’ mengatakan, Puan merupakan tokoh muda sarat pengalaman dan mumpuni sehingga layak untuk menjadi orang nomor satu di Tanah Air. Puan juga dinilai memiliki jiwa nasionalisme dan semangat pengabdian tinggi pada negara.

“Mbak Puan sampai saat ini menjadi role model atau barometer tokoh bangsa yang kaya akan pengalaman, mulai dari kepemimpinan beliau hingga pengalaman dalam birokrasi,” ujar Alfian dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (22/5/2022).

Selain itu, lanjut Alfian, dalam bidang eksekutif, Puan pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla Periode 2014-2019. Kini, Puan pun menjabat sebagai Ketua DPR RI 2019-2024.

Selama menjabat sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan melakukan aksi nyata. Berbagai program yang telah disusun dilaksanakan dengan baik. Salah satunya, program peduli lanjut usia (lansia) pada 2018.

“Berbagai program telah dilakukan untuk pengembangan dan pemberdayaan manusia, khususnya kalangan milenial. Terbukti, pada 2016, program-program itu mampu menurunkan angka pengangguran hingga 5,5 persen,” terang Alfian.

-Dok. HIPIS -

Pemimpin muda harapan pekerja milenial

Para pekerja milenial menilai, calon presiden 2024 harus diisi oleh tokoh-tokoh muda. Sebab, masyarakat harus disuguhkan oleh sosok yang lebih segar.

HIPIS juga berharap, Puan Maharani sebagai pemimpin muda patut dijadikan sebagai teladan. Meskipun secara trah nasab bersambung kepada sang proklamator kemerdekaan Indonesia, Puan memperoleh posisi saat ini dengan menjalani proses panjang.

Aksi turun langsung ke masyarakat oleh Puan sering dilakukan di tengah kesibukannya sebagai ketua DPR RI. Terlebih, di usianya yang masih muda, Puan memiliki semangat juang untuk menampung ide, gagasan, dan aspirasi pekerja industri milenial sehingga mampu membawa perubahan dan menjawab tantangan zaman di era 4.0.

Alfian yang juga alumnus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang juga meyakini bahwa Puan mampu membuat terobosan baru bagi dunia kerja.

“Dengan usia Mbak Puan yang masih muda, tentu pemikiran, gagasan, dan ide-ide baru yang dicetuskan mampu membuat Indonesia lebih maju,” kata Alfian.

Dengan jaringan luas yang dimiliki Puan, baik secara nasional maupun internasional, ia yakin bahwa Puan dapat maju sebagai pemimpin Indonesia.

“HIPIS terpanggil dan ingin ada sosok presiden perempuan untuk memimpin Indonesia. Tentunya, kami sudah mempertimbangkan dukungan ini dan tidak ada unsur lain. (Dukungan kami) semata-mata hanya menginginkan perubahan dan kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, turut hadir Sahabat Puan Maharani Jatim (SPMI) dalam kegiatan kongko dan deklarasi dukungan HIPIS terhadap Puan.

Koordinator sahabat Puan Maharani Jatim Chusnul Wafiq mengaku bersyukur masyarakat di Provinsi Jatim mendorong Puan menjadi presiden.

“Kami bangga teman-teman HIPIS memiliki kesamaan visi dengan Sahabat Puan Maharani Jatim,” kata Wafiq.

Wafiq menambahkan, kehadirannya pada acara tersebut sebagai bagian dari upaya untuk memberikan dukungan moral kepada HIPIS.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan memberikan kaos kepada para anggota HIPIS dan meminta agar menyebarkan kaos Sahabat Puan Maharani Jatim kepada masyarakat.

“Kami berharap, kaos tersebut bisa sampai kepada para tukang-tukang becak, sopir angkot, pedagang di pasar, dan para petani,” tukas Wafiq.

Dukungan dari komunitas

Tak hanya itu, dukungan dari komunitas kepada Puan juga mengalir dari Komunitas Peduli Lansia Lamongan (KPL).

Ketua KPL Maulidatun Ni’mah mengatakan, komunitas yang dipimpinnya melakukan aksi bagi sembako di beberapa wilayah di Kabupaten Lamongan. Acara ini direspons positif oleh masyarakat.

“Bagi-bagi sembako dilakukan atas dasar kepedulian anggota komunitas yang sangat menginginkan agar Mbak Puan maju di pilpres 2024,” ucap Maulidatun Ni’mah selaku

-Dok. Komunitas Peduli Lansia Lamongan -

Oleh karena itu, lanjut Maulidatun, pihaknya meyakini bahwa Puan mampu mengemban jabatan sebagai presiden. Berbekal pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, tak heran sejumlah lapisan masyarakat menyatakan dukungan pada Puan untuk maju Pilpres 2024.

Seperti diketahui, Puan merupakan perempuan pertama di Indonesia yang menjabat sebagai Ketua DPR RI. Puan juga memperoleh suara terbanyak saat pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019.vHal ini membuktikan bahwa masyarakat mempercayai Puan sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia.

Perlu diketahui, sebagai Ketua DPR, Puan juga memiliki pengetahuan mumpuni terkait undang-undang (UU). Hal itu dapat menjadi modal untuk menjadi Presiden yang harus memiliki pemahaman kuat, baik di dunia eksekutif maupun legislatif.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau