Advertorial

Pemerintah Kebut Pembangunan Infrastruktur Penunjang KTT G20 di Bali

Kompas.com - 01/06/2022, 08:16 WIB

KOMPAS.com – Sejumlah infrastruktur di Provinsi Bali terus ditingkatkan menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) pada Oktober 2022.

Peningkatan infrastruktur dipusatkan pada kawasan parkir kepala negara, penataan Jalan Simpang Siligita-Kempinski Showcase Mangrove dan kawasan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.

Kawasan parkir kepala negara sendiri memiliki luas 2,6 hektare dan berlokasi tidak jauh dari kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai. Peningkatan infrastruktur di kawasan ini meliputi pembangunan gerbang Candi Bentar, penataan pura, pos jaga, dan gazebo bale bengong.

Selain itu, pemerintah juga membangun area parkir limosin berkapasitas 256 unit dan kendaraan emergency, fasilitas publik, ruang panel, kantin, serta water tank di kawasan tersebut.

Khusus kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai, penataan berfokus di gerbang masuk, monumen G20, area plaza, beji, wantilan, dan jalur tracking mangrove.

Lalu, dibangun pula area pesemaian, area penerima yang meliputi lobi, ticketing, dan kantor penerima, menara pandang, viewing deck ke arah Teluk Benoa, serta area parkir di sekitar Waduk Muara.

Pada infrastruktur jalan, pemerintah melakukan preservasi jalan dan jembatan sebanyak sembilan ruas. Proyek ini terbagi dalam dua paket. Paket I terdiri dari preservasi jalan dan jembatan tujuh ruas dengan total panjang 22 kilometer (km).

Pengerjaan paket I meliputi Simpang Pesanggaran-Gerbang Benoa, Simpang Kuta-Simpang Pesanggaran, Simpang Kuta-Tugu Ngurah Rai, Simpang Lapangan Terbang-Tugu Ngurah Rai, Tugu Ngurah Rai-Nusa Dua, Simpang Pesanggaran-Simpang Sanur, Jimbaran-Uluwatu (GWK), dan Simpang Pesanggaran-Simpang Sanur (Sarangan).

Sementara, pengerjaan paket II meliputi peningkatan Jalan Simpang Siligita-Kempinski dan showcase mangrove sepanjang 6,5 km. Lalu, dilakukan pula pekerjaan preservasi jalan dan jembatan disertai dengan penghijauan untuk meningkatkan kualitas dan estetika kawasan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2022 sehingga siap untuk menyambut pelaksanaan KTT G20.

"Kawasan yang sedang ditata mulai dihijaukan dan ditanami. Saat ini, progresnya sekitar 39,6 persen," kata Basuki saat meninjau pembangunan infrastruktur seperti dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (31/5/2022).

Adapun saat meninjau pembangunan infrastruktur KTT G20, Basuki didampingi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Kamis (26/5/2022).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau