Advertorial

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Puji Kualitas Kerajinan dari Kabupaten Kediri

Kompas.com - 09/06/2022, 16:06 WIB

KOMPAS.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak memuji kreasi perajin asal Kabupaten Kediri yang mampu memaksimalkan potensi sumber daya alam (SDA).

Menurutnya, perajin asal Kabupaten Kediri tidak hanya mampu menghasilkan produk kerajinan yang bervariasi, tapi juga bagus secara kualitas.

Hal tersebut disampaikan Arumi usai mengukuhkan Pengurus Dekranasda Kabupaten Kediri pada Rabu (8/6/2022).

Arumi juga mengapresiasi Dekranasda Kabupaten Kediri dan pemerintah kabupaten (pemkab) dalam memunculkan produk unggulan suatu daerah.

"Ketua Dekranasda dan Bupati Kediri berhasil mengidentifikasi produk unggulan. Bahkan, produk yang dihasilkan tidak monoton. Salah satunya, produk dari bunga rosela," tutur Arumi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/6/2022).

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito saat meninjau hasil kreasi perajin asal Kabupaten Kediri.DOK. Pemkab Kediri Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito saat meninjau hasil kreasi perajin asal Kabupaten Kediri.

Masih dalam kesempatan yang sama, Arumi membahas rencana beroperasinya Bandara Internasional Dhoho Kediri pada 2023. Ia berharap, beroperasinya bandara dapat meningkatkan sektor pariwisata yang berimbas pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pasalnya, kata Arumi, keberadaan bandara dapat meningkatkan sektor perdagangan sekaligus memperluas sektor perekonomian.

"Pemkab Kediri harus mempersiapkan UMKM dan sektor pariwisata. Bukan hanya dari aspek akomodasi, melainkan juga produk yang mau dijual," katanya.

Arumi melanjutkan bahwa Pemkab Kediri juga harus mengantisipasi kritik yang nantinya datang dari wisatawan. Pasalnya, mereka telah melihat produk ekonomi kreatif, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Oleh karena itu, Kabupaten Kediri harus mempersiapkan segala hal untuk menyambut wisatawan, mulai dari hulu sampai hilir.

"Saya berharap, Pemkab Kediri sudah siap menyambut turis. Pastikan wisatawan tidak hanya merasa nyaman dengan akomodasi dan tempat wisata yang indah di Kabupaten Kediri, tapi juga dapat membawa pulang suvenir yang baik kualitasnya," ujar Arumi.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito mengatakan, industri kerajinan di Kabupaten Kediri sangat beragam.

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito saat meninjau hasil kreasi perajin asal Kabupaten Kediri.DOK. Pemkab Kediri Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito saat meninjau hasil kreasi perajin asal Kabupaten Kediri.

Beberapa hasil kerajinan yang paling menonjol adalah batik, sulaman tangan, tenun, kayu, aksesori, bambu, sabut kelapa, serta batok kelapa.

"Dengan pembinaan yang optimal, kami berharap produk yang dihasilkan para perajin dapat memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Eriai.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau