KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberangkatkan 455 jemaah haji di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur (Jatim), Jumat (10/6/2022).
Sebelum rombongan diberangkatkan, bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu menyempatkan diri untuk menyapa jemaah haji yang sudah berada di dalam bus. Ia pun menitipkan doa kepada para jemaah untuk kemakmuran dan kesejahteraan Kabupaten Kediri.
“Saya titip doa pada panjenengan semua agar Kabupaten Kediri bisa terus sejahtera,” ujar Hanindhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat.
“Aamiin ya Robbal alamin,” sahut mereka mengamini harapan Mas Dhito.
Hanindhito menyebutkan, dari 455 orang yang diberangkatkan pada kloter sebelas tersebut, jemaah dibagi menjadi 11 rombongan.
“Mari kita doakan jemaah haji yang berangkat agar diberikan kesehatan, ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan dapat kembali ke Kabupaten Kediri dalam keadaan sehat walafiat,” ucapnya.
-Hanindhito bercerita, ia belum lama ini telah menjalankan ibadah umrah. Berdasarkan pengalamannya itu, ia mengimbau agar para jemaah dapat mengantisipasi cuaca di Arab Saudi yang saat ini cukup terik.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pemkab Kediri memfasilitasi jemaah haji dengan beberapa bekal.
“Kami siapkan goodie bag berisi makanan kering, makanan pendamping nasi, dan payung,” terangnya.
Ia pun berharap pemerintah pusat dapat menambah kuota jemaah haji bagi masyarakat Kabupaten Kediri pada 2023.
“Pasti setiap daerah menginginkan adanya penambahan kuota (jemaah haji). Namun, hal ini bergantung berapa kuota yang akan diberikan oleh pemerintah pusat pada tahun depan,” kata Hanindhito.
Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri Achmad Khotib menambahkan, para jemaah haji kali ini telah menjalani serangkaian screening kesehatan dan vaksinasi, seperti tes polymerase chain reaction (PCR) dan vaksinasi Covid-19 dosis dua.
“Selain itu, jemaah haji juga wajib melakukan vaksin meningitis minimal 14 hari sebelum pemberangkatan,” terang Achmad.
-Pihaknya juga mengimbau jemaah haji untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, khususnya yang tidak terkait dengan prosesi ibadah haji. Tujuannya, untuk meminimalisasi risiko akibat cuaca.
“Kalau ke luar ruangan disarankan menggunakan payung dan perbanyak minum (air mineral),” katanya.